Berita

Foto/Net

Bisnis

KPPU Endus Harga Telur Mahal Ulah Kartel

Kirim Tim Ke Berbagai Daerah
SELASA, 31 JULI 2018 | 09:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tingginya harga telur ayam ternyata bukan efek perhelatan piala dunia. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Me­dan baru-baru ini mencium indikasi praktik kartel. Hal itu diketahui setelah mereka melakukan pertemuan dengan pengusaha pakan ternak dan telur. Hasilnya, diketahui besaran ke­naikan harga pakan kecil, tidak sampai mendorong kenaikan te­lur secara signifikan. Juga tidak ada kenaikan harga di kandang. Bagaimana tingkat nasional?

Ketua KPPU Kurnia Toha belum mau menyimpulkan. Alasannya, proses pemantauan belum selesai. "Kami sudah mengirim tim ke berbagai daerah untuk pantau harga. Dan, kami masih melakukan pendalaman secara intensif,"  ungkap Kurnia kepada Rakyat Merdeka, baru-baru ini.

Anggota Komisioner KPPU Kodrat Wibowo meminta, ber­sabar menunggu hasil investi­gasi.


Dia menjelaskan, seluruh hasil investigasi di lapangan nanti akan dianalis dalam rapat bersama. Menurutnya, dari hasil pengumpulan data nanti akan diketahui, apakah ada indikasi kartel atau tidak. Juga akan ke­tahuan, pada rantai distribusi ke berapa harga dimainkan.

"Kalau permainan harga ter­jadi pada level pengecer, KPPU tidak akan mengambil tindakan apa-apa. Karena mereka peda­gang perorangan. Tapi kalau ter­jadi pada pemain menengah dan besar kami pasti akan lakukan penindakan," tegasnya.

Penindakan dilakukan KPPU, dipaparkan Kodrat, akan dike­nakan sanksi administrasi dan denda sesuai dengan tingkat kerugian yang mereka timbul­kan. Besarnya mulai dari Rp 1 miliar hingga Rp 25 miliar.

Selain menyelidiki harga te­lur, KPPU juga sedang meng­kaji kelangkaan day old chicken (DOC) atau bibit ayam. Direktur Pengawasan Kemitraan KPPU Dedy Sani Ardi mengungkapkan, kemungkinan adanya praktik monopoli cukup besar. Sebab jumlah peternak besar terintegrasi tidak sebanding dengan pertenak kecil. Oleh karena itu KPPU menerjunkan tim ke lapangan untuk menghimpun data.

"Dalam Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) disebut­kan pelaku usaha besar harus mendistribusikan 50 persen DOC ke peternak kecil. Kami sedang mengecek apakah implementasi di lapangan sesuai Permentan atau tidak?" paparnya.

Dedy menuturkan, pihaknya akan mendorong terjadinya keseimbangan antara jumlah peternak terintegrasi dengan mandiri.

Sekretaris Jenderal Perhimpu­nan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Leopold Halim memastikan pihaknya tidak pernah bersepak­at untuk mengatur pembentukan harga.

"Kami selama ini ke anggota hanya menginformasikan harga yang sudah terjadi kepada kepada semua anggota. Kami tidak pernah mengatur harga," kata Halim.

Seperti diketahui, harga telur merangkak naik sejak Hari Raya Idul Fitri. Harga komoditas tersebut melambung hingga Rp 30.000 per kilo gram (kg) dari harga normalnya dikisaran Rp 22.000 per kg. Untuk mencari tahu soal kenaikan itu, Men­teri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita juga pernah mengumpulkan para pengusaha perunggasan.

Menurut Politisi Partai Nas­dem tersebut, kenaikan harga telur disebabkan tingginya per­mintaan dampak dari penye­lenggaraan piala dunia. Banyak yang meragukan kesimpulan itu. Apalagi, piala dunia sudah selesai, harganya masih mahal. Sampai sekarang Harga telur belum mengalami penurunan signifikan.

Kenaikan Merata


Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri enggan berspekulasi tentang adanya indikasi kartel di balik tingginya harga telur.

Dia menjelaskan, kenaikan harga telur dan ayam terjadi merata di seluruh daerah. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya