Berita

Fitriani/Net

Olahraga

Fitriani Tantang Finalis Olimpiade Rio

Kejuaraan Dunia 2018
SELASA, 31 JULI 2018 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Fitriani berhasil mengantongi tiket babak kedua Kejuaraan Dunia 2018 setelah melewati laga sengit.

Dia harus menjalani rub­ber game atas Linda Zetchiri (Bulgaria), dalam tiga set 21-10, 19-21, 21-13. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia itu sebet­ulnya mampu memenangkan laga dengan straight game saat unggul 19-16 di game kedua. Akan tetapi Fitri kesulitan untuk mengimbangi kecepatan lawan di akhir game kedua.

"Saya bersyukur bisa mele­wati pertandingan ini, walaupun harus berlangsung cukup lama dan sampai tiga game. Saya mencoba main lepas saja di game ketiga, bola kemana pun saya kejar. Saya juga lebih sabar dan tidak terburu-buru," ucap Fitri yang dijumpai di Nanjing Youth Olympic Stadium dilansir badmintonindonesia.org.


Di babak kedua, Fitri akan menantang peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, P.V Sindhu. Pertemuan nanti akan menjadi pertemuan kelima untuk kedua pemain, dimana empat pertemuan sebelumnya selalu dimenangkan pemain asal India tersebut.

"Bola-bola atasnya harus di­waspadai karena postur Sindhu kan tinggi. Jadi saya harus siap­kan pertahanan dan memperce­pat pergerakan kaki," ujar Fitri.

Di sektor ganda campuran yakni Ronald Alexander/Annisa Saufika juga berhasil lolos babak kedua World Championships 2018 setelah menyudahi perla­wanan pasangan Prancis, Bastian Kersaudy/Lea Palermo, dengan skor 21-19, 11-21, 21-16.

"Kalau lawan pemain Eropa, kami harus betul-betul jaga fokusnya, tidak bisa dikasih kesempatan mengembangkan permainan dan 'dapat' percaya diri mereka," timpal Annisa.

Di sektor ganda lain, yakni ganda putra; Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso, mereka sukses meny­ingkirkan ganda putra Thailand

Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh dengan skor 21- 15, 17-21, 21-15.

"Di game ketiga kami men­coba untuk dapat satu demi satu poin, nggak usah mikir menang atau kalah, dan akhirnya bisa un­ggul jauh," ujar Wahyu. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya