Foto/Net
Foto/Net
"Dulu produksinya 11,5 juta barel per hari dan sekarang memang tinggal 200 ribuan barel per hari. Namun diduga ada angka yang disembunyikan dan potensinya jauh lebih besar dari itu. Makanya, Rokan harus kita perjuangkan agar kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," tegas mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid dalam seminar yang diselenggarakan Indonesia Resources di Gedung Nusantara V MPR, Jakarta.
Terkait hal itu Syarwan mengatakan, jika Rokan dikelola BUMN dan BUMD, maka bisa memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dibandingkan saat dikelola Chevron.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Jumat, 25 September 2026 | 14:51
Jumat, 25 September 2026 | 22:39
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
UPDATE
Minggu, 27 September 2026 | 22:06
Minggu, 27 September 2026 | 20:53
Minggu, 27 September 2026 | 20:30
Minggu, 27 September 2026 | 19:52
Minggu, 27 September 2026 | 19:31
Minggu, 27 September 2026 | 19:17
Minggu, 27 September 2026 | 18:50
Minggu, 27 September 2026 | 18:31
Minggu, 27 September 2026 | 18:17
Minggu, 27 September 2026 | 17:41