Berita

Foto/Net

Bisnis

Pengusaha Truk Tekor

Tol Tanjung Priok Mahal & Banyak Preman
JUMAT, 27 JULI 2018 | 08:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan mahalnya tarif tol Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selain itu, banyaknya preman yang kerap melakukan tindak kriminal pemerasan membuat pengusaha truk tekor alias rugi.

 Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan, selama ini operator truk tidak be­rani melewati tol Tanjung Priok. Justru, truk lebih memilih jalan arteri untuk kegiatan distribusi kargo ke pelabuhan tersebut.

"Lihat itu Pak Menteri, coba tengok saja di atas tol itu sepi nggak ada yang melintas sementara di bawahnya jalan biasa padat kan," keluhnya kepada Menteri Per­hubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat peresmian Gedung Graha Aptrindo di Tanjung Priok, kemarin.


Tak cukup sampai di situ, Tarigan bahkan mengajak Men­hub melihat dan membanding­kan kondisi ruas jalan. Kepada­tan itu ditengarai tarif tol yang mencapai Rp 45 ribu per truk.

"Itu karena truk nggak mau masuk tol lantaran tarif tolnya mahal banget. Padahal jaraknya dekat. Tolonglah pak Menteri bisa mencarikan solusi keluhan para operator truk ini," tegas Tarigan.

Aptrindo meminta, Menhub segera mengatasi permasalahan itu sebab tingginya biaya tol bisa membuat pengusaha truk rugi karena otomatis mengerek ongkos produksi. "Harapannya agar tarif tol akses Pelabuhan Tanjung Priok bisa diturunkan secepatnya untuk menggairah­kan iklim bisnis logistik dan menekan kemacetan Priok," tuturnya.

Wakil Ketua Aptrindo bidang Distribusi dan Logistik, Kyatmaja Lookman bahkan membeberkan tindak premanisme di tol akses Priok. Menurutnya, kontraktor telah membuat kesalahan dengan membangun jalan baru dan bi­ayanya dilimpahkan ke pengguna sebesar Rp 3 ribu per km.

"Nggak lama setelah itu, mun­cul orang mintain duit, mecahin kaca, atau ngerobek ban. Preman itu nggak akan bisa melenggang di sana kalau nggak ada yang nge-backup," ujar Kyat.

Menanggapi hal tersebut, Men­hub berjanji akan mengutarakan keluh kesah pengusaha truk dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebab urusan tarif tol, berada di bawah kepemimpinan Basuki Hadimuljono.

"Saya sudah dengar kelu­hannya dan secepatnya saya akan bicarakan dengan instansi terkait. Itu (tarif tol) wewenang­nya Kementerian PUPR," kata pria yang akrab disapa BKS.

Budi mengaku, sejumlah per­masalahan memang kerap dia­lami pengusaha yang bergerak di bidang pengangkutan dan logistik. "Untuk mengangkut ba­rang yang cukup jauh, seringkali ditemukan kendala seperti macet dan kecelakaan," katanya.

Menurut Budi, harus ada solu­si yang tepat untuk mengatasi persoalan itu. "Maka Aptrindo mari kita pikirkan kegiatan strategis yang menguntungkan anggota," kata Budi.

Budi memberi contoh penggu­naan kapal Ro-ro untuk mengangkut truk. "Dengan itu membuat efisiensi pergerakan barang dari satu tempat ke tempat lain. Terkait safety-nya juga diperoleh," kata dia.

Budi mengatakan, selama ini Kemenhub berkoordinasi dengan Aptrindo sebagai bentuk hubungan baik antara pemerin­tah dan swasta. Budi berharap, Aptrindo mampu menaungi ang­gotanya dengan baik sehingga bisa tetap eksis dengan segala hambatan tersebut.

"Saya dengar saat ini sedang berkembang. Kalau berkembang pesat, maka logistik akan ber­manfaat,"  kata Budi.

Sementara soal dibukanya kantor baru Aptrindo, Budi menganggap hal itu merupakan kemajuan bagi suatu asosiasi. Menurut dia, asosiasi yang baik harus memiliki kemampuan manajerial internal yang baik.

"Kalau baik mengelola in­ternal manajerial, maka bisa melakukan kegiatan yang profe­sional. Maka apa yang dilakukan untuk kemaslahatan anggota bisa dilakukan dengan baik," ujar Budi. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya