Berita

Politik

Natalius Pigai: Jokowi Presiden Paling Gagal Dalam Sejarah Indonesia

RABU, 25 JULI 2018 | 19:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Joko Widodo adalah presiden paling gagal dalam sejarah Indonesia. Empat tahun berkuasa dia hanya mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 1%.

"Dari data sah BPS, Jokowi itu paling gagal. Dia hanya berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 1 persen selama empat tahun. Rp 7 ribu triliun (APBN) yang dikeluarkan kemana," ujar mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Berbicara dalam acara Toba Informal Meeting yang digelar Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di Hotel Danau Toba, Medan, Rabu (25/7), Natalius membandingkan keberhasilan kepemimpinan Presiden Jokowi dengan era pemerintahan sebelumnya.


Saat pemerintahan BJ Habibie, kemiskinan nasional mampu ditekan dari jumlah 24,43% menjadi 23,42%. Sementara saat Abdurrahman Wahid (Gusdur) dari 23,42% menjadi 18,41% atau turun 5,1%.

Kemudian di masa pemerintahan Megawati, angka kemiskinan dari 18,41% menjadi 17,42%. Di era pemerintahan SBY dari 17,42% turun menjadi 14,15%. Bahkan di periode kedua SBY berkuasa menjadi 10,96% atau turun 3,46%.

"Era Jokowi dari 10,96 persen sekarang 9,86 persen. Turun cuma 1 persen selama empat tahun. Ini data resmi," kata Natalius yang pernah jadi kepala bidang statistik di Kementerian Tenaga Kerja. 

Karenanya Natalius tak ragu menyebut Jokowi adalah presiden paling gagal sepanjang sejarah Indonesia. Jokowi menurutnya tidak memiliki program yang berorientasi dalam kemiskinan, pembukaan lapangan pekerjaan. Tidak ada program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur yang digembar-gemborkannya sangat tidak maksimal dalam menyerap pekerja.

"Jadi jangan percaya sama berita yang kemarin heboh, Jokowi berhasil menurunkan angka kemiskinan," tukas Natalius.[dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya