Berita

Foto/Net

Politik

Pemerintah Diminta Kawal Perjalanan Suci Umat Kristiani Ke Yerusalem

RABU, 25 JULI 2018 | 16:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pemerintah harus memperhatikan umat kristiani yang hendak melakukan perjalanan suci ke Yerusalem. Israel mengeluarkan larangan masuk bagi pemegang paspor Indonesia sebagai respon atas larangan masuk yang dikeluarkan pemerintah RI bagi warga negara Israel menyusul pemindahan kedutaan besar AS di Israel ke Yerusalem.

"Indonesia harus tetap bersikap ideal dalam isu-isu internasional dan menjamin bahwa umat Kristiani di Indonesia tetap bisa melakukan perjalanan suci ke Yerusalem karena itu merupakan kerinduan setiap umat nasrani di Indonesia bahkan di dunia," kata politisi Partai Gerindra, Nikson Silalahi dalam keterangannya, Rabu (25/7).

Yerusalem merupakan Kota Suci bagi tiga agama besar di dunia; Kristen, Islam dan Yahudi. Nikson mengatakan pada dasarnya umat Kristen ikut mengecam kekerasan yang dilakukan Israel terhadap Palestina apalagi sikap egois AS yang memindahkan kedutaannya.


Menurut Nikson, selama ini pemerintah tidak pernah memberi perhatian khusus tentang perjalanan suci ke Yerusalem bagi umat Kristiani di Indonesia. Padahal Indonesia termasuk salah satu negara dengan penduduk Kristen terbesar di dunia.

"Pemerintah tidak pernah memberikan perhatian khusus dalam hal ini. Terlihat dari mahalnya biaya yang harus dikeluarkan, serta sulitnya surat-menyurat perijinan," sambung Sekjen DPP  Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) ini.

Setelah pemindahan kedutaan besar AS pada 14 Mei 2018 yang menuai reaksi negara-negara di dunia, Indonesia menerapkan larangan masuk bagi warganegara Israel ke Indonesia. Hal tersebut menuai sikap Israel yang melakukan larangan bagi pemegang paspor Indonesia untuk masuk ke wilayah Israel mulai tanggal 26 Juni 2018 setelah awalnya ditetapkan tanggal 9 Juni 2018.

Dikabarkan adanya pembicaraan rahasia antara Menlu RI Retno Marsudi kepada pihak Pemerintah Israel ketika melakukan kunjungan, sehingga larangan tersebut dicabut oleh Israel. Namun juru bicara Kemenlu Arrmanatha Christiawan Nasir, membantah adanya pembicaraan rahasia tersebut.

"Soal pembicaraan rahasia, itu sudah ditegaskan Menlu Retno Marsudi beberapa waktu lalu setelah bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM, bahwa tidak pernah ada pembahasan apapun baik dari pemerintah pusat maupun perwakilan RI di luar negeri dengan pihak Israel soal visa atau soal pembukaan hubungan diplomatik." kata Arrmanatha Christiawan Nasir.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya