Berita

Ustad Husain Alatas memimpin shalat Maghrib di sela pertemuan dengan Rizal Ramli, Minggu (22/7)./RMOL

Politik

Ustad Husain Alatas: Rizal Ramli Memenuhi Syarat Jadi Pemimpin Nasional

SENIN, 23 JULI 2018 | 00:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tim ekonomi pemerintahan Joko Widodo menggunakan jurus yang pernah digunakan pemerintahan Soeharto beberapa saat sebelum Indonesia dihantam badai krisis multi dimensi tahun 1998 silam.

Jurus itu adalah jurus ngeles dengan mengatakan bahwa pondasi perekomian nasional masih sangat baik dan pengelolaan dilakukan dengan prudent atau berhati-hati.

Hal ini disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli ketika bersilaturahmi ke kediaman tokoh agama dan pendiri lembaga pendidikan Insan Mandiri, Ustad Husain Alatas, di Jalan Silaturahmi, Jatikarya, Jakasampurna, Bekasi Barat, Minggu petang (22/7).


“Di akhir 1996, tim Econit mengeluarkan proyeksi bahwa tahun 1997 adalah the year of uncertainty atau tidak pasti. Dipicu oleh utang besar, current account negatif, nilai rupiah anjlok. Tapi pemerintah saat itu terus membantah. Dan akhirnya apa yang kami ramalkan terjadi,” ujar Rizal Ramli.

“Di tahun 1998, permainan George Soros menghantam Thailand. Ternyata, karena ada masalah struktural, kita kena dampak, bahkan jatuh lebih dalam,” sambungnya.

Situasi perekonomian nasional di tahun 1997 dan 1998 sedikit lebih baik dari situasi saat ini. Setidaknya karena dua hal. Pertama, Indonesia masih merupakan eksportir bahan bakar minyak, dan kedua, fragmentasi dan friksi sosial tidak begitu tinggi.

“Sekarang Indonesia adalah net importir bahan bakar. Ini ikut memicu kenaikan harga barang, terutama bahan makanan. Di sisi lain friksi sosial tinggi. Ini bisa sangat berbahaya,” ujar Rizal Ramli lagi.

Dia meminta agar pemerintahan Jokowi bicara apa adanya mengenai situasi perekonomian, jangan terus menutup-nutupi dengan berbagai pencitraan, dan nanti akan menutupnya dengan penyesalan.

Pandangan Rizal Ramli ini dibenarkan Ustad Husain Alatas.

“Saat itu (1997/1998) kita masih mengekspor BBM, subsidi masih ada, dan Presiden Soeharto dipersepsi memiliki hubungan yang baik dengan Islam. Sekarang situasinya berbeda,” kata Ustad Husain Alatas.

Ustad Husain Alatas meminta agar pemerintah tidak terpedaya oleh pujian-pujian pihak asing.

“Kita tampaknya masih belum mau memetik pelajaran dari kejadian di masa lalu. Kita gampang terpedaya oleh pujian-pujian mereka,” sambung pendiri Radio Silaturahmi (Rasil) ini lagi.

Ustad Husain mengatakan, Indonesia membutuhkan paket kepemimpinan nasional yang memiliki kemampuan membaca berbagai persoalan ekonomi yang sedang terjadi. Juga kemampuan mengambil jalan keluar dari kemelut yang sedang dihadapi.

Dia menilai sosok Rizal Ramli memenuhi syarat untuk itu. Namun satu hal yang masih jadi pertanyaan Ustad Husain Alatas adalah: apa kendaraan yang akan digunakan oleh Rizal Ramli untuk melaju di arena Pilpres 2019.

Menjawab pertanyaan itu, Rizal Ramli menjelaskan sejumlah hal yang telah dan sedang dilakukannya dalam menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh politik. Sejauh ini dia optimistis pada akhirnya nanti akan mendapatkan kendaraan yang dibutuhkan itu.

Mendengar penjelasan Rizal Ramli, Ustad Husain Alatas mengatakan, selagi diniatkan untuk kebaikan bangsa dana negara, dirinya bersedia membantu memperkuat komunikasi politik itu.

Pertemuan keduanya diikuti dengan shalat Maghrib berjamaah dan makan malam bersama. Ustad Husain Alatas menyiapkan menu nasi mandhi dan gulai ayam.

Setelah santap malam bersama, Rizal Ramli meninggalkan kediaman Ustad Husain Alatas untuk menghadiri talkshow di Radio Rasil. [dem]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Alpriado Osmond Mangkir, Sidang Mediasi di PN Tangerang Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:17

Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:08

Tiongkok Desak AS Batalkan Tarif Trump Usai Putusan MA

Senin, 23 Februari 2026 | 16:02

SBY Beri Wejangan Geopolitik ke Peserta Pendidikan Lemhannas

Senin, 23 Februari 2026 | 15:55

Subsidi untuk Pertamina dan PLN Senilai Rp27 Triliun Segera Cair

Senin, 23 Februari 2026 | 15:53

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Bakal Digelar 26 Februari di Jenewa

Senin, 23 Februari 2026 | 15:42

KPK Buka Peluang Panggil OSO Terkait Fasilitas Jet Pribadi Menag

Senin, 23 Februari 2026 | 15:38

Perjanjian Dagang RI-AS Jangan Korbankan Kedaulatan Data

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Palguna Diadukan ke MKMK, DPR: Semua Pejabat Bisa Diawasi

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Polisi Amankan 28 Orang Lewat Operasi Gakkum di Yahukimo

Senin, 23 Februari 2026 | 15:23

Selengkapnya