Berita

Foto/Ist

Nusantara

Anak Pengamen Meninggal, Politisi Gerindra Datangi Rumah Duka

MINGGU, 22 JULI 2018 | 19:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Akibat orang tuanya tidak memiliki uang serta kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), jenazah seorang bocah bernama Halifah Chania Putri, nyaris tidak bisa dibawa pulang dari RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur.

Namun akhirnya setelah dibantu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, jenazah bocah berusia 2 tahun 9 bulan itu bisa disemayamkan di rumah duka di Jalan DI Panjaitan Gang Remaja IV RT08/03 No 12, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.

Biaya perawatan Halifah selama tujuh hari di RSUD Budhi Asih dibayar menggunakan dana dari Badan Amil, Zakat dan Shadaqoh (Bazis) DKI Jakarta.


"Kondisi orang tua almarhumah sangat memprihatinkan. Bahkan jenazah terpaksa disemayamkan di rumah tetangganya, karena tempat tinggalnya tidak layak," kata Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi saat melayat ke rumah duka, Minggu (22/7).

Adi datang bersama istri, Melinda Setiap dan Tim Sahabat Adi Kurnia Setiadi (Aksi) untuk membantu meringankan keluaga Halifah.

"Semoga bantuan yang kami berikan bisa dimanfaatkan untuk modal usaha," ujar Adi.

Halifah merupakan putri dari pasangan Wawan Djuansyah dan Kokom Komalasari. Pasangan ini menikah secara siri sehingga putrinya tidak memiliki akta lahir.

Wawan sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan yang tidak memiliki penghasilan tetap. Sementara sang istri membantu mencari nafkah dengan mengamen.

Halifah diketahui masuk UGD RS Budhi Asih pada Sabtu (14/7) lalu dalam kondisi tidak sadar. Setelah menjalani perawatan selama tujuh hari, Halifah menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (21/7) dini hari. [fiq]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya