Berita

Politik

Disebut Jubir JK Sedang Korslet, Rizal Ramli Berterima Kasih Dan Memuji

MINGGU, 22 JULI 2018 | 10:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Mantan Menko Maritim Rizal Ramli tidak tersinggung disebut sedang korslet oleh Husain Abdullah yang adalah Jurubicara Wapres Jusuf Kalla.

Rizal Ramli malah mengatakan Uceng, panggilan akrab Husain, sebagai jurubicara paling canggih.

“Korslet itu justru bagus,” kata Rizal Ramli dalam twitnya pagi ini (Minggu, 22/7).


“Ibarat sekering. Kalau sekering gak putus (korslet) malah kebakaran,” sambungnya.

Korslet atau biasa juga disebut korsleting berasal dari bahasa Belanda, kortsluiting, yang secara harafiah berarti hubungan pendek.

Ini adalah fenomena di dunia kelistrikan yang terkait dengan daya tahan listrik yang sangat kecil. Korslet menjadi momentum singkat yang sangat menentukan ketika terjadi gangguan atau bahkan kegagalan dalam mekanisme kerja kelistrikan.

Ia bermakna sebagai warning dan tanda bahaya. Namun bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran hebat.

Salah satu langkah yang sering disarankan untuk mencegah korslet adalah dengan tidak menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik. Hal lain yang juga kerap disarankan adalah memastikan tidak ada kabel listrik yang terkelupas dan terbuka sehingga bisa berbahaya bila bersentuhan dengan benda atau zat lain seperti air yang berfungsi sebagai pengantar listrik yang efektif.

Dengan pemahaman korsleting seperti itu, dapat dipahami bila Rizal Ramli malah berterima kasih kepada Husain dan memujinya sebagai jurubicara yang paling canggih.

Husain menyebut Rizal Ramli korslet terkait dengan pernyataan Rizal Ramli tentang bahaya di depan mata apabila pemerintahan Jokowi dilanjutkan sementara tidak memiliki kemampuan mengendalikan kondisi ekonomi yang terus memburuk. Di saat bersamaan, ada pihak di dalam kekuasaan yang menumpuk kepentingan. sebagai pengusahan sekaligus penguasa.

Pandangan ini sering disampaikan RR dalam sejumlah kesempatan. Terakhir saat dia membesuk mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di RS Pusat Angkatan Darat hari Kamis (17/7).

Di ruang perawatan, SBY meminta RR menjelaskan kondisi perekonomian terkini di hadapan sekitar 15 pengurus Partai Demokrat.

Dalam salah satu bagian penjelasannya Rizal Ramli mengatakan, tidak ingin Jokowi jatuh di tengah jalan. Kalau itu terjadi, yang menggantikan Jokowi adalah Jusuf Kalla yang menurutnya lebih berbahaya.

JK berbahaya, menurut Rizal, karena selain sebagai penguasa juga pengusaha. Ini yang sering disebut Rizal sebagai peng-peng, penguasa dan pengusaha.  [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya