Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Aku Bangga Menjadi Warga Indonesia

KAMIS, 19 JULI 2018 | 07:26 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR Berita Politik RMOL memberitakan bahwa sebagian (tidak semua) warganet meributkan pengibaran bendera peserta Asian Games yang menggunakan bambu dibelah menjadi dua.

Netizen pun menganggap hal ini sebagai tindakan yang memalukan untuk hajatan sekelas Asian Games.   

Kicauan
Akun @Aryprasetyo85 berkicau "DKI jaman now, APBD triliunan tapi bisanya nye-diain bambu untuk tiang bendera acara Asian Games. Semiskin itukah ibu kota negeriku sekarang? Masa tiang bendera pake bambu di belah 7? Apa dana tiang bendera dikorup juga untuk balikin modal kampanye? Jangan ngeles, ini kebijakan pemerintah sebelumnya ya," akun @jimmy_atp ikut  mengkritik.

Akun @Aryprasetyo85 berkicau "DKI jaman now, APBD triliunan tapi bisanya nye-diain bambu untuk tiang bendera acara Asian Games. Semiskin itukah ibu kota negeriku sekarang? Masa tiang bendera pake bambu di belah 7? Apa dana tiang bendera dikorup juga untuk balikin modal kampanye? Jangan ngeles, ini kebijakan pemerintah sebelumnya ya," akun @jimmy_atp ikut  mengkritik.

"DKI oh DKI riwayatmu kini... Bendera negara ikut Asian Games pakai tiang bambu belah... Memalukan Ibu kota Negara. Itumah sekelas RT," Kritikan lebih tajam diungkapkan akun @apriandinata.  "Iketnya pake tali plastik. Benderanya lusuh. Oh iya itu pagar besinya juga kucel. Dananya dikemanain sih Pak?," tanya dia. Lebih jauh, akun @heroe811 "Terlalu.!! Sangat memalukan dan menyedihkan...Sebegitu parahkah ibu kotaku sekarang," ujarnya disambut akun @dhanicatur. "Event tingkat RT bisa dimaklumi kalo pake bambu, nah ini event Asia. Gilak,"  katanya.

Memalukan
Akun @si_euy meratap "Waduh. Ini memalukan. Padahal beli tong sampah saja dari Jerman. Masa tiang bendera pake bambu. Siapa sih pemimpin Jakarta itu?," sindir dia ditimpali akun @jack_sianipar. "Ini sih benar-benar keterlaluan.. Citra bangsa yang udah susah payah diperbaikin malah kayaknya sengaja dibuat jelek sama pasangan gabener wagabener ini.. Keterlaluan," tuding dia.  

Sementara akun cah dolan @abdulcross814 menuding   "Seperti tidak ada niat untuk membantu pemerintah pusat memeriahkan acara Asian Games." Akun Uw @Uw55056473  "Jelas mau buat malu presiden Jokowi." Selebihnya, akun Hanafi @hbasuni mencurigai "Itu sengaja terstruktur dan sistematis agar yang disahkan dan di-bully pemerintah pusat. Sengaja itu oleh si Anies Sandi."

Aku Malu

Menyimak komentar serba terkebur plus buta sejarah sehingga tega hati melecehkan bambu yang tercatat dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bambu runcing yang merupakan senjata rakyat dalam perang kemerdekaan melawan penjajah dan di masa kini juga kerap digunakan sebagai bahan pendukung pembangunan mulai dari jembatan sampai gedung pencakar langit.

Akibat komentar serba rendah mutu itu, saya terpana lalu membisu setriliun bahasa akibat kehilangan kemampuan berkata-kata kecuali mengikuti jejak Taufik Ismail  malu-malu berbisik lirih “Aku Malu Menjadi Warga Indonesia...“

Aku Bangga
Syukur Alhamdullilah, Gubernur Anies  memerintahkan  agar para tiang bendera bambu jangan dicabut. Anies memaklumatkan bahwa pemasangan bambu bukan dilakukan oleh pemerintah namun murni swakrasa warga.  

"Jangan halangi, jangan rendahkan dan mari kita izinkan rakyat merayakan Asian Games dengan kemampuannya, dengan ketulusannya. Bambunya memang bekas, tapi ketulusannya original. Bambunya agak melengkung, tapi niat mereka lurus. Bambunya pendek, tapi semangat mereka tinggi sekali.Jangan sekali-kali anggap rendah tiang bendera dari bambu. Itulah tiang yang ada di rumah-rumah rakyat kebanyakan. Penjualnya rakyat kecil. Pengrajinnya pengusaha kecil. Penanamnya ada di desa-desa. Biarkan hasil panen rakyat kecil, hasil dagangan rakyat kecil ikut mewarnai Ibukota. Jangan hanya gunakan tiang besar buatan pabrik yang ukuran keka¬yaannya sudah raksasa."

Akibat sabda kerakyatan nan arif bijaksana Anies Baswedan, saya berbalik arah terhadap jejak Taufik Ismail untuk berseru lantang “Aku Bangga Menjadi Warga Indonesia!" [***]


Penulis adalah penggagas Pusat Studi Malumologi dan Gerakan Kebanggaan Nasional



Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya