Berita

Foto/Net

Publika

Prahara Juara Dunia Karate

SELASA, 17 JULI 2018 | 19:40 WIB

FAUZAN Noor memenangi kumite (perkelahian) kejuaraan dunia karate tradisional (ITKF) di Praha, Ceko, awal 2018 lalu. Kehidupannya juga miskin dan sampai kini tidak ada yang memberikan hadiah.

Bahkan saat melamar menjadi anggota satpol PP di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pun dia ditolak. Tidak ada tawaran dari TNI/Polri atau kementerian dan BUMNi serta pemda yang menawarkannya kerja. Ironis. Jika Lalu M Zohri, juara dunia junior lari 100 meter putra, kini banjir hadiah, Fauzan gigit jari. Sama seperti ketika berangkat ke Praha bermodalkan makanan mie instant dan kacang bungkus. Setelah jadi juara dunia, kehidupannya pun tetap pahit.

Mengapa tidak ada perhatian dari Pemprov Kalimantan Selatan? Apa kabar juga Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI)? Bagaimana KONI, Kementerian Pemuda dan Olahraga?


Diskriminasi terhadap cabang olahraga, bisa jadi menjadi penyebabnya. Karate, mungkin tidak sepopuler sepakbola, badminton, tinju, tenis maupun atletik. Tetapi menjadi juara dunia karate tradisional (dasar karate) punya gengsi tersendiri. Perkelahian bebas tanpa kelas berat badan, tanpa pelindung tubuh. Di final, Fauzan mengalahkan karateka Ceko yang tubuhnya lebih tinggi dan berat badannya pun lebih dari 20 kg dari dirinya.

Ia harus menahan rasa sakit menghadapi pukulan dan tendangan lawannya demi Merah Putih. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di Praha. Itulah prahara Fauzan.[***]

Yan Daryono

Pemerhati negeri, tinggal di Bandung.


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya