Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: 2018, PKS Innalillahi Wa Innailaihirajiun

SELASA, 17 JULI 2018 | 15:22 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Keberadaan surat kesiapan mengundurkan diri yang harus ditandatangani, membuat tidak sedikit para bakal calon legislatif dari PKS mengundurkan diri.

Melihat fenomena ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut bawah hal tersebut merupakan tanda kehancuran bagi PKS.

"Ya mungkin ini lah umurnya PKS yang hanya sampai 20 tahun saja di tahun ini, kira-kira begitu kan. Kan kita deklarasi dulu 1998, ini sudah 2018. Mungkin ini innalillahi wa innailaihirajiun buat PKS, gitu loh," ujar Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).


Dia menjelaskan bahwa keharusan bacaleg menandatangani perjanjian kesiapan mengundurkan diri merupakan hal yang tidak wajar. Sebab, ini merupakan bentuk pemerkosaan hak rakyat.

"Mana mungkin orang mau menjadi caleg kalau nyawanya udah dipegang oleh partai, dari awal tinggal taruh tanggal, kemudian sewaktu-waktu orang ini bisa hilang. Jelas orang ini tidak bakalan mau berjuang supaya dirinya naik," paparnya.

Fahri menyayangkan hal ini terjadi di tubuh PKS. Apalagi saat ini partai yang dibesut Sohibul Iman itu berada dalam keadaan yang baik.

Dia membandingkan dengan kondisi PKS pasca Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dicokok KPK. Pada saat itu, pucuk pimpinan partai bisa tetap menjaga soliditas kader. Sehingga PKS bisa menang di Jawa Barat, Maluku Utara,  dan Sumatera Utara.

“Sekarang, dalam keadaan baik, malah calegnya hilang semua, padahal keadaan lagi tidak masalah sebetulnya, tidak ada kasus hukum, tapi sepertinya memang ada niat untuk merusak PKS dari dalam," pungkasnya. [ian]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya