Berita

Foto/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Jika Tidak Lincah, Prabowo Akan Kalah Hadapi Jokowi

SELASA, 17 JULI 2018 | 14:54 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, oposisi dinilai kurang lincah untuk berusaha mengalahkan capres petahana, Presiden Joko Widodo.

Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Prabowo Subianto sebagai kandidat terkuat lawan Jokowi belum terlihat lincah.

"Kelihatan Pak Prabowo belum lincah untuk menghadapi Jokowi, dia harus kelihatan lebih lincah. Kalau Pak Prabowo cara menghadapi Pak Jokowi kayak gini, tidak bakalan menang," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7).


Ia juga turut memuji strategi pertahanan yang kian agresif dilakukan oleh koalisi petahana, terutama setelah merilis hasil survei BPS yang menampilkan angka kemiskinan RI sebesar 9,82 persen, terendah sepanjang sejarah.

"Mereka lincah sekali ini, kelompok Petahana di Indonesia ini dahsyat lah termasuk barusan mengeluarkan survei angka kemiskinan dan sebagainya itu. Itu kan trik yang luar biasa dan mapan dari segi bertahannya," imbuhnya.

Hal inilah yang diharapkan Fahri Hamzah untuk bisa lebih lincah dikritisi oleh oposisi dengan fakta dan data yang mumpuni.

"Oposisi harus sering keluar, harus sering tampil membuat pernyataan, harus sering tampil beri kritik dan koreksi dengan data yang lebih akurat, dan kerja tim yang kuat. Dan itu tidak nampak, dengan segala maaf itu, ya akhirnya membuat oposisi tidak kelihatan lebih mampu ketimbang petahana," tutur Fahri. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya