Berita

Nusantara

Nahkoda KM Samudra Nusantara Buron

MINGGU, 15 JULI 2018 | 03:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nahkoda Kapal Motor (KM) Samudra Nusantara yang tenggelam di Selat Rengit, tiba-tiba menghilang. Hingga saat ini, yang bersangkutan bahkan tak bisa dihubungi sama sekali.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Usman Ys melalui petugas Keselamatan Berlayar, Suharto mengaku terus berusaha agar nahkoda bisa segera memberikan keterangan. Tetapi sejak tenggelam, tak pernah muncul.

"Kita tanya kepada Anak Buah Kapal (ABK) saat baru karam, disebutkan nahkoda mereka sedang ke Selatpanjang untuk melaporkan kejadian itu kepada kami (KSOP). Tapi nyatanya hingga kini tak pernah muncul. Bahkan saat kita hubungi nomor telepon Nahkodanya tidak aktif lagi," kata Suharto, Jumat (13/7).


Walaupun begitu KSOP akan tetap menunggu dan mencari Nahkoda KM Samudra Nusantara secepatnya. Sehingga nantinya bisa dimintai keterangan terkait karamnya kapal tersebut.

"Kita butuh segera. Agar nantinya bisa kita pastikan bagaimana proses evakuasi kapal ini nantinya. Agar nantinya tidak mengganggu jalur pelayaran," kata Suharto.

KM Samudra Nusantara karam di Perairan Selat Rengit, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (12/7) dini hari.

Beruntung, 4 ABK kapal yang berasal dari Dumai tujuan Selatpanjang tersebut diselamatkan oleh warga setempat.

"Penyebab kami belum tahu," ujarnya.

Namun, dari informasi warga setempat, kata Suharto, kapal karam lantaran kandas oleh benda keras yang berada di dasar selat.

Lagipula kata Suharto, saat itu air di perairan Selat Rengit tengah surut.

"Kemungkinan terbentur benda keras, sehingga kapal mengalami kebocoran," ujarnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya