Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Ichsanuddin Noorsy: Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Yang Akan Terjadi...

SABTU, 14 JULI 2018 | 15:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perekonomian nasional babak belur. Berbagai indikator memperlihatkan ketidakmampuan pemerintah menghadapi risiko pasar. Rupiah melemah signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan lalu berada pada kisaran 6.000, sementara saat ini drop pada kisaran 5.000.

Gubernur Bank Indonesia baru-baru ini juga dikatakan meminta perbankan agar tidak ikut main di pasar nilai tukar uang, yang memperlihatkan ketakutan dan ketidakmampuan menghadapi dampak berupa pelemahan nilai tukar yang terus terjadi.

Begitu antara lain disampaikan ekonom Ichsanuddin Noersy ketika berbicara dalam halal bihalal Whatsapp Group Peduli Negara-1 yang diselenggarakan Hotel Ibis, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7).


Menurutnya, pemerintah telah melakukan manipulasi akutansi makro untuk menutupi ketidakmampuan mengendalikan situasi ekonomi yang memburuk. Salah satunya dengan cara memindahkan defisit kepada laporan keuangan BUMN. Sehingga, di mata publik yang mengalami kerugiaan adalah BUMN.

“Padahal, BUMN yang negara ini juga,” ujarnya.

Halal bihalal itu dihadiri lebih dari 100 orang yang merupakan anggota WAG PN-1. Beberapa di antara mereka adalah tokoh nasional.

Menurut Ichsanuddin Noorsy, cara paling mudah untuk mengukur apakah pemerintahan Joko Widodo memiliki kemampuan di bidang ekonomi sebetulnya cukup mudah, yakni dengan menguji semua indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang dituangkan dalam Perppres 2/2015.

“Indikator-indikator pembangunan itu tidak tercapai. Ini sudah ditulis oleh Djoko Edhy. Saya tidak akan bahas lagi,” ujar Ichsanuddin Noorsy.

Hal lain yang disampaikannya soal pertarungan antara dua jenis modal dalam lanskap politik mutakhir Indonesia. Di tengah sistem politik liberal saat ini, sebutnya, hanya ada dua jenis modal yang bertarung. Pertama, modal finansial, dan kedua adalah modal sosial.

Ketiadaan modal finansial bukan berarti jalan buntu, katanya lagi.

Dia menambahkan, kalau nanti Jokowi tetap dinyatakan keluar sebagai pemenang Pilpres 2019, maka hal yang lebih buruk akan menimpa negara Indonesia.

“Social distrust akan meningkat, lalu berubah menjadi social disorder dan akhirnya menjadi social disobedience,” demikian Ichsanuddin Noorsy. [dem] 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya