Berita

Foto/Net

Politik

Prabowo: Elit Bangsa Kita Serakah Dan Bodoh

SABTU, 14 JULI 2018 | 14:54 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengkritisi sikap elit bangsa ini yang justru marah jika ada pihak yang mengatakan kalau negara ini sedang sakit.

Padahal menurut dia, yang disampaikan oleh berbagai pihak, baik itu praktisi hukum maupun praktisi politik, maupun praktisi ekonomi itu benar adanya.

"Saya berpendapat bahwa negara kita sedang dalam keadaan sakit," tegasnya saat memberikan sambutan di acara Halfah Idul Fitri 1439 Hijriah yang diselenggarakan oleh Aula Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7).


Mantan Danjen Kopassus ini heran dengan sikap elit pemerintah yang justru tak terima atau bahkan marah jika mereka dikritisi. Dia pun menganalogikan sebuah negara dengan badan manusia.

"Di luar negeri dikatakan the body politic, di negara barat satu negara dianggap the body politic. Jadi kalau badan sakit ya harus diperiksa. Tapi elit bangsa indonesia tidak mau percaya dengan hasil laboratorium. Jadi kalau datang ke laboratorium, kolesterol kita 300 kita justru marah dengan laboratorium. Coba ubah turunin (menyuruh dokter)," paparnya.

Padahal, lanjut mantan Danjen Kopassus ini, harusnya, setelah mendapat peringatan atau kritikan dari para ahli di bidangnya, pemerintah berupaya keras memperbaiki kondisi "sakit" itu. Namun yang terjadi malah sebaliknya.

"Inilah sifat elit bangsa Indonesia. Suka menipu rakyat dan suka menipu diri sendiri. Elit bangsa kita menurut saya hatinya beku dan hanya memikirkan diri sendiri, serakah dan bodoh. Sudah serakah bodoh lagi," ketusnya.

Diakuinya lumrah kalau manusia itu ingin kaya dan punya uang banyak. Namun, sesuai ajaran agama apapun, kekayaan yang diperoleh itu haruslah diperoleh dengan cara-cara yang halal.

"Tapi katakanlah semua bangsa yang saya perhatikan, semua bangsa ingin kaya tetapi yang pintar itu disebut Amien Rais kuenya dibesarkan, baru mengambil bagian-bagian. Kalau kita tidak, kuenya gak perduli, kita gak perduli besar kecil, yang penting bagian saya, bagian saya," sesalnya.

Ibarat badan yang kehilangan sekian CC darah, suatu waktu negara pun akan kolaps jika kekayaan alamnya terus saja dicuri oleh pihak-pihak tertentu.

"Tidak usah kita ragukan hal itu," tekan Prabowo.

Parahnya, elit bangsa ini seakan menari-nari diantara keadaan negara yang kian sakit dengan terus mengeluarkan statement yang penuh kebohongan.

"Elit akan selalu menari-nari mengatakan kondisi bagus seakan-akan rupiah tidak ada masalah. Rupiah itu dari hargannya 1 dolar 9 ribu kemarin itu satu dolar amerika 14.400. Jadi 5.400 merosotnya dari 9.000 dalam lima tahun merosot 5.400. Berarti kita tambah miskin 60 persen. Jadi penghasilan kita sekarang nilainya dua pertiga lebih kurang dari pada 5 tahun lalu," bebernya.

"Ini hasil state capture. Sistem ekonomi sekarang membawa kita kearah kemiskinan, dalam lima tahun 4/3 tambah miskin. Lima tahun lagi kira-kira berapa miskin. Saya katakan tegas dan saya buktikan dalam tulisan saya there is no national well. Tidak ada dan sampai sekarang belum ada yang bantah prabowo dalam hal ini," pungkasnya. [fiq]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya