Pertandingan semifinal Piala Dunia 2018 antara Kroasia vs Inggris sudah berakhir. Vatreni menang 2-1 (1-1, 0-1) dalam pertandingan yang berlangsung sampai extra time.
Dalam pertandingan di Luzhniki Stadium, kemarin pagi WIB, Inggris dan Kroasai bermain 1-1 selama 90 menit. Inggris unggul lebih dulu berkat gol dari Keiran Trippier lewat tendangan bebas pada menit kelima.
Kroasia baru bisa menyamaÂkan kedudukan pada menit ke- 68, via tendangan Ivan Perisic. Tak ada gol tambahan hingga 90 menit habis, laga lanjut ke babak tambahan.
Di babak tambahan, Mario Mandzukic memastikan kemeÂnangan Kroasia. Dia membukuÂkan namanya di papan skor pada menit ke-109.
Dengan kemenangan ini, Kroasia melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalinÂya. Mereka akan menghadapi Prancis di final Ahad malam WIB (15/7) yang berlangsung di stadion yang sama.
Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, mengungkapkan peÂnyebab kekalahan anak asuhnya dari Kroasia. Tim lawan memang tampil dengan kualitas lebih baik.
"Saya sangat bangga dengan cara bermain tim dan kami bisa melihatnya dari reaksi suporter, mereka merasakan hal serupa. Namun, sulit untuk mengatakan apa pun yang bisa membuat mereka merasa lebih baik saat ini," kata Southgate.
Kegagalan melangkah ke final membuat timnas Inggris harus menunggu waktu lebih lama untuk merasakan kembali gelar yang diraih tahun 1966 silam. Kekalahan dari Kroasia memÂbuat timnas Inggris akan berÂtemu Belgia dalam laga perebuÂtan tempat ketiga, 14 Juli.
Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menilai timnya main lebih baik daripada Inggris. Sepanjang 120 menit pertandingan, Kroasia sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola sebesar 54%. Mereka juga lebih agresif dengan melepasÂkan 22 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke sasaran.
Sementara itu, Inggris cuma melepaskan 11 tembakan. Di antara upaya-upaya itu, hanya dua yang mengaÂrah ke gawang Kroasia.
Dalic mengaku sudah mempelajari permainan Inggris. Dia pun menilai Kroasia tampil lebih baik daripada Inggris di semua aspek permainan. "Karena kami tim yang lebih baik di semua Kami tidak meremehkan merÂeka. Kami respek kepada mereka karena kami menganalisisnya. Kami tahu apa yang mereka lakukan dan di mana," kata Dalic seperti dikutip
Sky Sports. "Kami memainkan pressing tinggi ke lini belakang mereka. Kami menekan (John) Stones dan (Jordan) Henderson. Kami mematikan mereka. Kami memÂbiarkan bek-bek tengah bermain. (Luka) Modric dan (Ivan) Perisic menekan lini belakang merÂeka dan kami menguasai bola," ujarnya. ***