Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Fitnah Sebagai Senjata Syahwat Politik

JUMAT, 13 JULI 2018 | 08:47 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TEKNOLOGI informasi menghadirkan media sosial yang memungkinkan setiap insan manusia maksimal memanfaatkan hak asasi mengungkapkan pendapat. Sayang, termasuk fitnah.

Prihatin

Memprihatinkan, kebebasan mengungkapkan pendapat lewat medsos kerap kali disalahkan-gunakan untuk merekayasa dan menebar fitnah.


Makin memprihatinkan, angkara murka fitnah digunakan sebagai senjata syahwat politik untuk membunuh karakter lawan politik dengan fitnah.

Lebih makin memprihatinkan lagi bahwa pembunuhan karakter lawan politik dengan jurus mempermalukan sang korban kerap lepas kendali kebablasan ke ranah kehidupan paling pribadi.

Meme

Kehidupan pribadi lawan politik diobrak-abrik dengan fitnah demi mempermalukan sang korban di khasanah masyarakat medsos.

Meme-meme kreatif direkayasa dengan fitnah perselingkuhan dengan sesama politisi sampai ke pembantu rumah tangga yang bahkan tega memajang foto anak-anak tak berdosa ditampilkan sebagai bukti hasil perselingkuhan. Bisa saja fitnah keji seperti itu dianggap wajar sebagai konsekuensi karier politik.

Sebenarnya apa yang disebut sebagai seksual sebenarnya bukan sekedar urusan individual saja namun juga urusan sosial akibat secara langsung mau pun tidak langsung melibatkan orang lain.

Maka jurus fitnah mempermalukan lawan politik pada kenyataan sebenarnya bukan hanya berdampak buruk terhadap sang korban seorang diri belaka namun merambah sampai ke seluruh anggota keluarga sang korban mulai dari isteri, anak-anak, orang tua, mertua sampai sanak-keluarga dan handai-taulan.

Bahkan juga menghancurkan citra mereka yang difitnahkan sebagai mitra selingkuh serta anak-anak tak berdosa yang difitnah sebagai bukti hasil selingkuh.

Benar-benar angkara murka jurus divide et empera kaliber biadab seperti yang asyik dilakukan kaum kolonialis.

Tokoh polisi kontroversial Amerika Serikat pendiri F.B.I, John Edgar Hoover tak segan menghalalkan segala cara termasuk rekayasa fitnah mempermalukan lawan politik dalam menuaikan tugasnya.

Merusak Peradaban


Hanya mereka yang pernah menjadi korban fitnah yang bisa merasakan maka mengerti penderitaan para korban dan keluarga korban yang dipermalukan oleh angkara murka fitnah.

Angkara murka fitnah dengan jurus mempermalukan  bukan hanya sekedar pelanggaran hukum dan HAM mau pun sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab namun juga pelanggaran ajaran agama sebagai unsur utama sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

InsyaAllah, Presiden sebagai pemimpin sekaligus penanggung-jawab kepemerintahan berkenan segera memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informasi segera menutup akun-akun penyebar fitnah dan Kepolisian Republik Indonesia segera menyeret para pembuat dan pengedar fitnah ke meja hijau untuk diadili. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Menusia

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya