Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli Dan Susi Pudjiastuti Magnet Pemilih Rasional

KAMIS, 12 JULI 2018 | 09:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ekonomi masih menjadi momok yang harus segera diselesaikan bangsa Indonesia saat ini.

Setidaknya hal itu tercermin dari hasil survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) yang menyebut 39,8 persen publik menilai ekonomi sebagai masalah utama.

Atas alasan itu juga, persepsi tentang siapa yang mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi akan dijadikan rujukan warga dalam memutuskan pilihan di pilpres 2019.


Direktur KedaiKOPI Vivi Zabkie menjelaskan bahwa ada nama-nama ekonom yang muncul dalam bursa dukungan warga untuk calon presiden yang menantang petahana Joko Widodo. Di antaranya ekonom senior Dr Rizal Ramli dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesudibjo.

“Dalam hasil survei dari pertanyaan terbuka elektabilitas calon presiden, keduanya cukup mendapatkan pemilih,” jelas Vivi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (12/5).

Survei kedaiKOPI juga mendapat temuan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapat dukungan publik sebesar 6,7 persen untuk menjadi wakil Jokowi dan 3,4 persen untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Rizal Ramli dan Susi Pudjiastuti merupakan magnet bagi pemilih rasional yang berjumlah 22,4 persen. Pemilih rasional ini mengaku menjadikan program kerja capres-cawapres sebagai pertimbangan memilih presiden dan wakilnya.

“Apalagi jika permasalahan ekonomi mengemuka dalam pemilu mendatang, maka tiga tokoh di atas bisa unjuk gigi," ujar Vivi.

Survei ini dilakukan pada 3 hingga 7 Juli 2018 di 10 propinsi dengan jumlah pemilih terbesar yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan dan Riau.

Jumlah responden 1148 orang dengan MoE (Margin of Error) 2,89 persen pada interval kepercayaan 95 persen. Survei ini didanai oleh dana internal Lembaga Survei KedaiKOPI. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya