Berita

Foto/RMOL

Politik

Indonesia Kerja Sama Bisnis Digital Dengan Empat Negara

KAMIS, 12 JULI 2018 | 02:12 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Salah satu kepentingan nasional yang dikejar dari kerjasama antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika dari MIKTA Expert's Meeting on Inclusive Digital Economy Hub adalah untuk mempromosikan moda ekonomi digital yang menekan kesenjangan kesejahteraan sosial secara global lewat kelima negara MIKTA.

MIKTA adalah singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

Demikian yang disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO dan Ekonomi Digital, Lis Sutjiati dalam Konferensi Pers MIKTA Expert's Meeting on Inclusive Digital Economy Hub.

"Bisnis moda yang luar biasa yang diinisiasikan Indonesia ini bisa dengan lebih cepat diadopsi, diterima di negara lain, jadi kita bisa mempromosikan, jadi bisnis moda kita jadi bisa go global," ujar Lis Sutjiati di Hotel Aryaduta Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).


Selain itu, kepentingan nasional yang dibutuhkan Indonesia saat ini tentunya terkait pengembangan moda bisnis dengan berbagi ide, atau Business Sharing Idea dengan kelima negara MIKTA agar dapat mengaplikasikan moda bisnis paling tepat bagi rakyat Indonesia sendiri.

"Kalau ada model-model lain yang sudah ada di negara lain yang kita kayaknya tidak bisa penuhi, tapi berguna dan cocok bagi negara kita, kita bisa mengadopsi karena benefitnya akhirnya buat rakyat indonesia juga," terangnya.

Selain itu, bila moda bisnis ini berhasil dikembangkan kepada lima negara MIKTA, Kemlu dan Kominfo berharap pemerintah mampu lebih mendukung program tersebut sehingga ekspensi ekonominya bisa lebih besar lagi bagi kepentingan nasional kita di dunia ekonomi internasional.

"Kepentingan utama kita itu untuk menurunkan Kesenjangan Sosial kita ya, bagaimana bisnis moda yang ada di Indonesia ini bisa dibantu, di support pemerintah sehingga ekspansinya lebih besar ke Indonesia, jadi dampaknya lebih besar lebih signifikan lagi, ini yang kita harapkan," paparnya. [fiq]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya