Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Survei LSI Denny JA Bukti Awal Kekalahan Jokowi

RABU, 11 JULI 2018 | 21:04 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Hasil survei LSI Denny JA terkait elektabilitas Joko Widodo merupakan representasi keinginan masyarakat untuk memilih presiden baru.

Begitu kata Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengenai fenomena elektabilitas Jokowi yang rata-rata 50 persen.

Menurut Fahri dari hitungan diatas kertas sebelum Pilpres 2019, sebenarnya Jokowi sudah kalah lantaran mayorityas menginginkan orang lain maju sebagai presiden.


Ia juga menilai hasil survei tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas pemimpin.

"Ekspektasi rakyat terhadap presiden juga makin tinggi sekali, dan sudah diberi waktu lebih kurang 4 tahun lebih tapi pak Jokowi tidak menunjukkan kelasnya sebagai presiden," ujar Fahri saat dihubungi, Rabu (11/7).

LSI mencatat, elektabilitas petahana Jokowi masih di bawah 50 persen tepatnya 49,30 persen. Sementara kampanye ganti presiden (#2019GantiPresiden) semakin populer dan disukai.

Sebelum Pilkada atau bulan Mei, gerakan tersebut dikenal 50,80 persen, pasca pilkada menjadi 60,50 persen. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya