Berita

Foto/Net

Hukum

RR: Kasus BLBI Tak Pernah Tuntas Karena Elite Saling Melindungi Kejahatan

RABU, 11 JULI 2018 | 05:57 WIB | LAPORAN:

Ekonom senior yang juga mantan Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli (RR) mengungkapkan kenapa kasus BLBI tidak juga tuntas hingga saat ini.

"Kenapa kasus BLBI dan kejahatan kerah putih lainnya seperti Century tidak pernah dibuka secara terang benderang? Karena elite yang merupakan oligarki ekonomi dan politik itu saling sandera, saling melindungi kejahatan yang mereka lakukan bersama-sama," ungkapnya  dalam diskusi 'Mega Skandal BLBI Perlukan Dibuka Kembali' di ILC TVone, Selasa (10/7).

Dia pun kembali menjelaskan peran kesalahan International Monetary Fund (IMF) saat mencampuri krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia 1997 silam, yang dibantu oleh para elite politik saat itu.


"Betul setiap langkah IMF merugikn rakyat Indonesa. Tetapi ironisnya di setiap tahap kesalahan IMF dalam policy (kebijakan) tadi, elite politik Indonesia justru mengambil kesempatan di dalam kesempitan," terang dia.

RR menambahkan, tak hanya kalangan pemangku kepentingan, bahkan di setiap level ada yang memanfaatkan krisis moneter Indinesia dengan menutupi kesalahan-kesalahan IMF untuk kepentingan pribadinya.

"Kita lagi krisis nih, IMF bikin blunder merugikan negara tapi di setiap level kesalahan itu ada yang main saja gitu lho, yang deket dengan elite kekuasaan," tandasnya. [fiq]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya