Berita

Foto: Net

Politik

Ngopi Bareng Di Pematangsiantar, Warga: Lihat Pak Mahfud Ingat Gus Dur

SELASA, 10 JULI 2018 | 12:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di sela-sela kunjungannya ke Simalungun, Sumatera Utara, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD mampir sejenak di warung Kopi Kok Tong, Pematangsiantar, Selasa (10/07/2018) pagi.

Tak dinyana-nyana, sejumlah orang yang tengah nongkrong di kedai-kedai komplek pertokoan bangunan jaman dulu khas akulturasi Tionghoa Eropa ini, langsung menyerbu Mahfud MD.

Mereka langsung mengajak mantan Menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini untuk bersalaman dan berfoto bersama. Mahfud pun tak sungkan dan dengan ramah meladeni satu persatu permintaan mereka.


"Wah Pak Mahfud ini. Pak Mahfud bintang ILC (Indonesian Lawyer Club)," ujar salah seroang pria yang mendekat dan bersalaman dengan Mahfud.

Jamin Halim, pemilik warung kopi Kok Tong ini sampai turun tangan mengatur pengunjung bergantian foto bersama.

Setelah memesan secangkir kopi hitam, Mahfud pun tak sungkan mengobrol dengan warga di kedai kopi ini. Obrolannya pun dari yang ringan-ringan sampai ke urusan yang lumauan berat seperti kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang akhir-akhir ini agak terganggu oleh isu toleransi dan SARA.

Indonesia kekurangan tokoh yang bikin adem suasana. Salah satu pengunjung mengaku ingat Gus Dur jika melihat sosok Mahfud.

"Pak Mahfud ini kan dulu dekat dengan Presiden Gus Dur, tokoh Nahdlatul Ulama yang sangat toleran. Semoga Pak Mahfud melanjutkan perjuangan Gus Dur. Akhir-akhir ini orang panas-panasan karena perbedaan pilihan politik. Suku dan agama dibawa-bawa. Ini kan barbahaya Pak," kata pengunjung tersebut.

Kedai kopi Kok Tong dirintis oleh perantau asal negeri Tiongkok, Lim Tee Kee pada tanggal 29 Juni 1925 di Pematangsiantar, Sumatra Utara. Kedai kopi ini memang dikenal sebagai kedai demokrasi. Berbagai berbagai tokoh dan masyrakat kerap diskusi bebas di sini. [ian]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya