Berita

Pimpinan sejumlah media massa dari Indonesia berswafoto bersama Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, Senin (9/7)/TETO

Dunia

Pejabat Taiwan: Indonesia Perlu Belajar Dari Malaysia, Hati-hati Jebakan China

SENIN, 09 JULI 2018 | 22:53 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Berbagai program kerjasama yang ditawarkan Republik Rakyat China (RRC) mesti dipelajari dengan lebih teliti. Sepintas, China seakan menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan.

Tetapi pengalaman di sejumlah negara memperlihatkan bahwa kerjasama yang didorong ambisi China menciptakan blok One Belt One Road (OBOR) itu seringkali terbukti sebagai janji kosong, atau bahkan jebakan.

Dalam perbincangan tidak resmi dengan pimpinan media massa dari Indonesia yang berkunjung ke Taiwan atas undangan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO), seorang pejabat senior Republik China atau Taiwan mencontohkan kasus yang terjadi di Sri Lanka dan Malaysia.


"Sri Lanka sekarang menyadari bahwa bantuan yang diberikan mainland China selama ini harus mereka bayar dengan sangat mahal. Karena dibanjiri barang-barang China, Sri Lanka mengalami defisit perdagangan dan tidak bisa membayar utang. Pelabuhan Sri Lanka banyak yang kini dikuasai China," ujar pejabat tinggi Taiwan itu sambil meminta agar namanya tidak disebutkan, Senin (9/7).

Kasus terbaru terjadi di Malaysia. Pemerintahan baru yang dipimpin Mahathir Mohamad menyadari ancaman OBOR China, dan kini tengah mengambil sejumlah langkah perbaikan.

"Indonesia perlu mempelajari realita seperti di Malaysia ini, jangan sampai terjebak," sambungnya.

Contoh lain yang disampaikannya adalah kasus Costa Rica yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 2007 karena ingin mendapatkan investasi dalam jumlah besar dari China.

Kini Costa Rica justru mengalami persoalan ekonomi yang serius. Negara itu dibanjiri barang-barang China yang pada akhirnya mematikan industri Costa Rica.

Nasib serupa diramalkannya juga akan menimpa Burkina Faso yang baru-baru ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan juga karena tergiur janji OBOR China.

Pejabat senior Taiwan itu menambahkan, negara-negara Eropa dan Australia kini juga sudah mulai bersikap tegas menghadapi manuver China.

Bertemu Menlu Taiwan

Sementara itu, tujuh pimpinan media massa dari Indonesia juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, di Taipei.

Dalam penyataannya Menlu Wu berharap hubungan Indonesia dan Taiwan akan semakin baik di masa depan.

Taiwan, sebutnya, kini memberikan perhatian khusus pada negara-negara anggota ASEAN dalam konteks New Southbound Policy (NSP) yang diperkenalkan Presiden Tsai Ing-wen dua tahun lalu.

"Indonesia adalah negara yang indah, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kami siap bergerak dan bekerjasama dengan Indonesia ke arah itu," ujar Menlu Wu.

Melihat kenyataan bahwa semakin banyak warganegara Indonesia yang kini menetap di Taiwan, sudah sepantasnya pelayanan publik Taiwan juga lebih bersahabat terhadap umat Muslim Indonesia.

Dari sekitar 260 ribu WNI di Taiwan, sebagian besar adalah pekerja migran dan umat Muslim. Pemerintah Taiwan, sebut Menteri Wu, sedang bekerja meningkatkan pelayanan publik agar lebih Moslem friendly. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya