Berita

Foto/Net

Nusantara

Sukses Di Pulau Jawa, Kirab Koin NU Dilanjut Ke NTB

MINGGU, 08 JULI 2018 | 11:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Setelah selama empat bulan berjalan dengan baik dan sukses menggerakkan kemandirian masyarakat, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berniat melanjutkan Program Kirab Nasional Koin NU.

Pada etape pertama, Kirab Nasional Koin NU digelar di Pulau Jawa, mulai dari Banten hingga Banyuwangi. Jarak tempuh etape ini sepanjang 1.200 km melalui 49 kota.

"Impact sosial ekonominya tampak bagus dan insya Allah kami lanjutkan ke etape-etape berikutnya," kata Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/7).


Menurutnya, penutupan kirab etape pertama telah diselenggarakan di Pondok Pesantren Manba'ul Falah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.

Sulton menjelaskan bahwa Kirab Koin NU ini telah berdampak positif menumbuhkan gairah masyarakat untuk rajin bersedekah, berinfaq secara kolektif untuk secara nyata peduli terhadap sesama. Masyarakat menemukan pola berbagi untuk sesama melalui program Koin NU yang praktiknya sederhana.

"Kota-kota yang dilalui Kirab Koin NU telah mengimplementasikan gerakan Koin NU yang hasilnya diwujudkan dengan mendirikan rumah sakit, membeli puluhan mobil ambulance, membantu fakir miskin, beasiswa untuk anak yang hampir putus sekolah, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan dana kesehatan," ujar Sulton.

Semangat masyarakat ini, sambungnya, perlu dipelihara sehingga mampu membantu pemerintah mempercepat proses pemajuan masyarakat khususnya di bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

"Saya meyakini program Koin NU ini semakin membesar dan suatu saat nanti masyarakat semakin mandiri," kata Sulton.

Sementara itu, etape selanjutnya akan digelar dari Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). [fiq]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya