Berita

Foto: Net

Adhie M Massardi

BABAK 8 BESAR PIALA DUNIA

Persiapan Perang Antar-Benua, Final Ideal Yang Bisa Dijual

JUMAT, 06 JULI 2018 | 14:37 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

DELAPAN tim sudah terseleksi untuk melanjutkan pesta bola Piala Dunia 2018 Rusia yang, berkat pengawasan ketat dan inovasi teknologi VAR, berjalan nyaris tanpa kontroversi. FIFA juga sudah mengatur dua blok besar yang diproses secara berjenjang untuk mengerucut, yang pada akhirnya, akan bertemu di puncak turnamen yang menentukan siapa yang layak jadi juara.

Namun secara alamiah, sejak diagendakan pada 1930, lambang supremasi tertinggi sepakbola dunia masih mencerminkan persaingan dua benua saja: Amerika dan Eropa. Lihat saja, dari 20 kali digelar, juara Piala Dunia dimenangkan oleh negara dari dua benua tersebut.

Memang, meskipun para maestro bola yang mengagumkan dunia lahir dari benua Amerika, tapi secara tim, superioritas sepakbola tetap milik bangsa Eropa, dengan 11 kali meraih gelar juara (Italia dan Jerman masing-masing 4 kali, dan Inggris, Perancis, Spanyol masing-masing sekali).


Sedangkan gelar juara yang diraih negara-negara dari benua Amerika baru 9 kali, itu pun hanya dari 3 negara saja (Brasil 5 kali, Uruguay dan Argentina dua kali).

Apakah di Piala Dunia Rusia juga duel el clasico Amerika vs Eropa yang sudah berlangsung berjilid-jilid akan berlanjut? Jawabannya akan disajikan malam dan dini hari nanti, saat laga Uruguay vs Perancis (21.00) dan Brasil vs Belgia usai.

Bila Uruguay memenangi pertandingan lawan Perancis dan Brasil sukses mengandaskan Belgia, maka dijamin 100 persen puncak duel Piala Dunia 2018 Rusia akan menyajikan el clasico itu: Amerika vs Eropa.

Tapi sebaliknya, bila kedua wakil benua Amerika yang tersisa (Brasil dan Uruguay) tersingkir di laga ke-5, maka Piala Dunia ke-21 ini diakhiri duel sesama negara Eropa. Sebab 4 tim di blok yang lain seluruhnya wakil Eropa (Rusia, Kroasia, Swedia dan Inggris).

Real Final yang Digelar Prematur


Kelompok sayap kiri yang menyajikan dua partai (Uruguay vs Perancis dan Brasil vs Belgia) untuk memperebutkan satu tiket ke final memang lebih seru dan lebih mencerminkan peta kekuatan antar-benua. Makanya layak disebut partai final yang lahir prematur.

Benar, kalau melihat permainan timnas Perancis dengan bintang muda yang bak burung merak sedang mengepakan sayapnya, Kylian Mbappe (19 tahun), bukan hal berlebihan bila mereka sanggup mengandaskan perlawanan Uruguay yang hanya diperkuat striker senior Luis Suarez.

Apalagi pemain Paris Saint-Germain ini punya pengalaman penting melawan salah satu tim kuat benua Amerika (Latin). Kita masih ingat bagaimana imigran blasteran Kamerun-Alzazair dari kota miskin di pinggir Paris (Bondy) ini sukses memporak-porandakan pertahanan Argentina. Sehingga Messi dkk harus keluar arena Piala Dunia Rusia dengan lusuh akibat dihantam 4-3, dan dua gol di antaranya diceploskan Mbappe.

Dini harinya, tim Brasil yang masih berkembang untuk menampilkan performance dalam koreografi samba yang indah dan kharismatik itu, pasti tidak akan kesulitan mengatasi Belgia yang tertatih-tatih dalam setiap laga. Bahkan nyaris dikalahkan Jepang yang mengoleksi 2 gol lebih dulu sebelum berakhir menjadi 3-2 untuk Belgia.

Makanya, kalau di atas kertas prakteknya sama dengan di lapangan hijau, setelah menyaksikan dua laga dari sayap kiri ini kita akan disuguhi ulangan final Piala Dunia 1998 yang mempertemukan Perancis dan Brasil. Ketika itu, Perancis sebagai tuan rumah memenangi duel dengan skor telak: 3-0.

Maka jangan heran bila pemenang dari "real final" yang digelar prematur inilah yang kelak menjadi kandidat paling meyakinkan untuk menjuarai turnamen sepakbola 4 tahunan ini. [***]

Penulis adalah pemilih akun Twitter @AdhieMassardi

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya