Berita

Foto/Net

Politik

Kalau Perlu, Koruptor Dimatikan Hak Politiknya

KAMIS, 05 JULI 2018 | 19:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Meski banyak mendapat pertentangan di parlemen, PKPU No 20/2018 di mana mantan napi kasus korupsi dilarang menjadi calon anggota legislatif juga mendapat apresiasi.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio setuju dan ingin ada penambahan hukuman dari KPU bagi caleg yang pernag menjadi napi korupsi.

“Saya setuju itu dengan pelarangan napi koruptor menjadi caleg, kalau perlu hak-hak politik koruptor perlu dimatikan,” ujar Hendri di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (5/7).


Dia beranggapan masih banyak caleg yang lebih bagus. Terutama generasi muda atau bahkan fresh graduate dari kampus.

“Yang muda-muda ini banyak yang idealismenya masih bagus,” ungkapnya.

Dia yakin Indonesia tidak akan kekurangan pemimpin di masa sekarang dan mendatang. Sehingga tidak mungkin peluang itu ditempati oleh para mantan koruptor.

Namun soal ranah hukum, terkait anggapan bahwa PKPU itu telah menabrak UU No 7/2017, dia menyerahkan seluruhnya kepada pakar hukum.

“Kalau untuk ketatanegaraannya saya serahkan ke pakar hukum tata negara, tapi sekali lagi saya setuju kalau mantan koruptor dilarang nyaleg,” pungkasnya. [fiq]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya