Berita

Foto/RMOL

Nusantara

PILKADA LAMPUNG

Golkar: Pembentukan Pansus Politik Uang Mubazir

KAMIS, 05 JULI 2018 | 17:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Golkar Lampung menolak pembentukan Pansus tentang politik uang. Politik uang di Pilkada Lampung yang sementara ini disimpulkan terjadi terstruktur sistematis dan masif diduga dilakukan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik), pasangan calon yang diusung Golkar bersama PKB dan PAN.

"DPRD Lampung tidak memiliki kewenangan membentuk pansus soal politik uang. (Pembentukan pansus) melampaui kewenangan (DPRD)," kata anggota Fraksi Golkar DPRD Lampung, Riza Mirhadi, di Rapat Paripurna DPRD Lampung, Kamis (5/7).

Dia mengatakan wacana pembentukan Pansus prematur. Dan apabila diteruskan dapat dikategorikan sebagai pemaksaan kehendak.


Riza menegaskan apa yang dipersoalkan merupakan ranah Bawaslu. Sebagai lembaga politik, katanya, DPRD semestinya memahami peraturan perundang-undangan.

"Kita juga harus sadar bahwa Bawaslu Lampung merupakan lembaga yang bertanggungjawab atas tercipta proses Pilkada yang memiliki kredibilitas di mata masyarakat," katanya.

Dia menilai pembentukan pansus didasari nafsu politik yang dengan membabi buta hendak menghancurkan martabat DPRD dengan melabrak regulasi yang membatasinya.

Menurut dia, pembentukan Pansus Dugaan Pidana Pilkada Lampung 27 Juni 2018 merupakan cara sadis yang dilakukan DPRD Lampung untuk merampas kewenangan Bawaslu.

Riza menambahkan pembentukan Pansus mubazir alias sia-sia sebab saat ini laporan dugaan politik uang yang dituduhkan sudah dilaporkan dan ditangani Bawaslu.

"Kami menyatakan tidak setuju dan menolak sekeras-kerasnya rencana pembentukan pansus. Apabila tetap dipaksakan harus terbentuk, kami tidak ikut bertanggungjawab," tukas Riza seperi dilansir Kantor Berita RMOL Lampung.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya