Mulyana, Herman Chaniago, dan Hariyanto/Dok
Wasit adalah dewa di lapangan yang sangat menentukan.Wasit adalah pengadil dan pengambil keputusan tertinggi di dalam olahraga.
Demikian dikatakan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) Prof Mulyana saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas pelatih, wasit dan pengelola organisasi keolahragaan di Jakarta, Rabu petang (4/7).
"Tanpa wasit tentu tak akan ada pertandingan resmi. Karena itulah kita harus meningkatkan mutu kapasitas dan kapabilitas wasit-wasit kita agar mampu memimpin pertandingan internasional," ujar Mulyana.
Mulyana juga mengutip pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, pada tahun 2016 hanya ada satu wasit dari Indonesia yang memimpin laga pada event olahraga terbesar di dunia Olimpiade Rio de Jenario Brasil. Dengan penduduk Indonesia yang lebih dari 200 jiwa tentu hal ini tidak berimbang.
"Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk, Indonesia tertinggal dengan Singapura yang telah mengirimkan 10 wasit ke olimpiade Rio. Saya berharap melalui pelatihan peningkatan mutu ini, nantinya akan ada wasit-wasit hasil dari pelatihan yang akan memimpin pertandingan pada laga internasional
baik di kancah Asian Games, kejuaraan dunia bahkan olimpiade," tuturnya.
Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga (Asdep Tenor), Herman Chaniago pada kesempatan yang sama menjelaskan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta terdiri dari 40 orang wasit, pelatih soft tennis internasional dan 60 peserta dari cabang olahraga selam DKI Jakarta.
"Pelatihan inj adalah rangkaian dari pelatihan-pelatihan yang telah kami lakukan sebelumnya. Pelatihan cabor soft tenis dikhususkan untuk meningkatkan kapasitas wasit dalam rangka Asian Games,†ujar Herman yang didampingi Kabid Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Ahmad Arsani.
Ia menekankan, penyelenggaraan kegiatan ini amanah UU 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Atas dasar itulah Kemenpora melalui Asdep Tenor berharap para tenaga keolahragaan dapat memahami arti pentingnya jenjang klasifikasi dan sertifikasi baik pelatih, perwasitan maupun pengelolaan manajemen organisasi keolahragaan yang lebih modern.
Kepala Bidang Peningkatan Mutu Wasit, Hariyanto yang juga selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan memberikan pedoman standar bagi para tenaga olahraga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya baik sebagai pelatih, pelaksana wasit pertandingan maupun sebagai pengelola organisasi keolahragaan.
Turut hadir dalam acara pembukaan, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP Pesti) Martuama Saragi dan Pengurus Olahraga Selam (POSSI) Jakarta.
[wid]