Berita

Foto/RMOL

Hukum

Kader Partai Demokrat Bingung Diperiksa Soal Kasus KTP-El

SELASA, 03 JULI 2018 | 15:25 WIB | LAPORAN:

Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Mulyadi mengaku bingung saat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik (KTP-el) yang telah merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Demikian dikatakan Mulyadi usai diperiksa Penyidik KPK kurang lebih selama empat jam. Kebingungan itu dirasakannya karena ia tidak pernah berada di Komisi II di mana pengadaan KTP-el dibahas.

“Saya sebetulnya sebelum datang juga bingung, karena saya tidak pernah di Komisi II. Waktu periode yang lalu, tak pernah di banggar, bukan ketua fraksi atau partai,” ujarnya saat keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).


Mulyadi mengaku jika pemeriksaannya kali ini adalah untuk mengorfirmasi hal terkait Ketua DPR RI periode 2009-2014, Marzuki Alie.

“Makanya saya bertanya-tanya. Tadi dikonfirmasi ternyata mungkin ada yang bilang pak Mulyadi tahu tentang masalah pak Marzuki. Itu aja sebenernya,” lanjutnya.

Ia juga mengaku tidak pernah mendengar tentang proyek pengadaan KTP-el, karena saat itu dirinya bertugas di Komisi V yang tidak ada sangkut pautnya dengan Komisi II.

“Saya bilang saya tak pernah dengar, karena saya saat DPR periode yang lalu, saya ada di Komisi V bidang infrastruktur dan tak pernah di banggar,” tukasnya.

Mulyadi akhirnya datang memenuhi panggilan KPK, setelah sebelumnya dirinya tidak dapat hadir karena sedang ada tugas lain yang tidak bisa di tinggalkan. Hari ini dirinya dirinya diperiksa bersamaan dengan mantan Menpan-RB Taufiq Effendi. [fiq]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya