Berita

Foto/RMOL

Hukum

Yasonna Mengaku Tak Kenal Tersangka Irvanto Dan Made Oka

SENIN, 02 JULI 2018 | 16:04 WIB | LAPORAN:

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly membantah mengenal tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Demikian diungkapkan Yasonna setelah dirinya keluar dari Gedung KPK, dua jam setelah ia diperiksa.

“Sama sekali tidak kenal, tidak pernah berhubungan,” ujarnya sambil berjalan keluar dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/7).


Ia juga mengaku tidak ada hal yang baru dalam pemeriksaan yang dijalaninya kali ini.

“Sama saja mengulangi. Tidak ada hal baru. Tidak ada tambahan,” tukasnya.

Mega proyek KTP berbasis elektronik sedianya memiliki anggaran Rp 5,9 trilliun. Namun negara mengalami kerugian Rp 2,3 trilliun akibat korupsi berjamaah yang dilakukan oleh beberapa orang.

Dalam kasus ini, nama Yasonna Laoly tidak asing lagi. Ia turut disebut menerima uang dari korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012 sebesar 84 ribu dolar Amerika Serikat.

Uang tersebut diterima Yasonna saat dia masih menjadi anggota Komisi II DPR RI bersamaaan dengan pembagian untuk Fraksi PDI Perjuangan. Dalam surat tuntutan terdakwa Irman dan Sugiharto, Yasonna menerima dua tahap. [fiq]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya