Berita

Foto/Net

Bisnis

GMF Makin Serius Garap Pasar Asing

Pendapatan Dipatok Naik 15 Persen
SENIN, 02 JULI 2018 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMF) makin serius menggarap pasar interna­sional. Usaha GMF meraih pe­langgan asing penting dilakukan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk, Iwan Joeniarto menga­takan, sepanjang Tahun 2018 pihaknya menargetkan pendapa­tan bisa bertumbuh double digit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 439,28 juta dolar AS.

Perusahaan optimistis target pendapatan bisa tumbuh kon­servatif 15 persen menjadi Rp 7 triliun. Untuk merealisasikan itu, perseroan terus menggenjot potensi bisnis yang ada termasuk merangkul negara lain untuk menjadi pelanggannya.


Ia mengungkapkan hal tersebut merupakan tuntutan bisnis mainte­nance, repair and overhaul (MRO). Kedepan yang menjadi tren adalah pasar engine & component yang begitu tinggi peminatnya.

"Karena itu makanya, kami dari sekarang sudah mulai meng­garap pasar tersebut, tujuannya agar pendapatan bisa tumbuh signifikan," kata Iwan.

Salah satu usaha yang dilaku­kan seperti mengikuti kegiatan promosi di berbagai ajang inter­nasional. Langkah itu merupakan bagian dari usaha perusahaan meraih pelanggan baru dari ber­bagai negara seperti mengikuti Singapore Airshow 2018, MRO East Asia, serta International Airlines Technical Pool (IATP) beberapa waktu lalu.

Iwan mengatakan, bahwa perseroan juga tengah melaku­kan penetrasi pasar ke Asia Selatan dan Asia Timur yang peluang bisnisnya masih tinggi. "Pasarnya di sana masih sangat terbuka luas untuk kami bisa pasarkan produk," katanya.

Fokus kerja perusahan mu­lai membuahkan hasil. Pada kuartal-I perusahaan berkode saham GMFI di Bursa Efek Indonesia ini telah mendapatkan dua pelanggan baru yakni dari Thailand dan Bangladesh.

Dua negara itu akan melakukan perawatan beratnya di Hangar GMFI yang berada di Cengkareng.

"Kami sudah berhasil menda­patkan dua costumer (pelanggan) baru, yaitu Novoair dari Bangla­desh dan Bangkok Airways dari Thailand," terangnya.

Iwan menjelaskan bahwa dua pelanggan tambahan itu merupa­kan langkah konkret dari upaya peningkatan porsi pendapatan non-afiliasi dengan menambah­kan portofolio pelanggan.

Selain pelanggan baru, GMF Aero Asia juga menambahkan sertifikasi baru dari Otoritas Penerbangan Sipil Bahrain, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Nigeria.

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) juga memberikan ser­tifikasi untuk perawatan pesawat Boeing 737 Max.

"Penambahan rating ini serti­fikasi ini diharapkan dapat meraih pelanggan lain," tutup Iwan.

Tidak hanya fokus pasar asing, GMF juga menggarap pasar dalam negeri. GMF dan PT Citilink Indonesia (Citilink) baru saja menyepakati kontrak kerja sama Component Pooling untuk pesawat jenis Airbus A320 milik Citilink. Kerja sama ini meliputi penyediaan komponen, perawatan komponen sehingga dapat memberikan efisiensi bagi maskapai penerbangan.

"Kami bersyukur bahwa GMF telah berhasil mengambil bisnis perawatan komponen milik Citilink. Sebelumnya pekerjaan untuk Citilink ini dikerjakan pe­nyedia jasa perawatan pesawat lain,"  ungkap Iwan.

Anak usaha Maskapai Garuda Indonesia ini juga su­dah menyiapkan strategi untuk menyeimbangkan peningkatan beban usaha dan peningkatan ke­untungan melalui program-pro­gram baik peningkatan capability, program-program efisiensi, termasuk berusaha mendapatkan tax allowance dan tax holiday dari pemerintah untuk penana­man modal baru.

"Program efisiensi yang di­maksud seperti peningkatan consignment dan renegosiasi dengan vendor," jelasnya.

Walaupun begitu optimistis, menilik laporan keuangan pe­rusahaan kuartal I-2018 beban usaha yang dicatatkan mening­kat 23,81 persen menjadi 373,05 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebe­lumnya 301,29 juta dolar AS. Iwan menjelaskan, peningkatan beban tersebut terjadi karena pergeseran tipe bisnis ke arah engine dan component.

Ia menegaskan walaupun pendapatan di tiap bulan tidak merata karena mengikuti musim, GMFI tetap yakin dapat menca­pai target yang sudah ditetapkan karena sampai Mei 2018 sudah mencapai 90 persen dari target. "Kami tetap optimistis untuk bisa mencapai target yang sudah ditentukan hingga akhir tahun karena peak season lebaran di Juni juga belum kami bukukan pendapatannya," ujarnya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya