Berita

Adhie M Massardi

Ketika Matador Menaklukan Beruang, Dinamit Skandinavia Bisa Meledak Lagi

MINGGU, 01 JULI 2018 | 21:04 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

MESKIPUN partai demi partai sudah digelar, dan hasilnya membuktikan sudah terjadi kesetaraan kekuatan pada setiap tim yang tampil di putara final Piala Dunia 2018 Rusia, tapi toh para pecandu bola masih belum percaya sepenuhnya.

Banyak yang meyakini bahwa kekuatan 'sayap kiri' lebih berbahaya dibandingkan kumpulan tim di 'sayap kanan'. Alasannya, di sayap kiri ada Perancis, Argentina, Uruguay, Portugal, Brasil, Meksiko, dan Belgia plus Jepang.

Sementara di sayap kanan, didominasi tim-tim Eropa yang tidak terlalu wah, dan Kolombia yang meskipun dari Amerika Latin tapi juga kurang wah.


Tentu saja pandangan ini salah. Karena setelah masuk ke formasi 16, semua tim secara naluriah akan mengeluarkan taring yang setiap ujungnya mengandung bisa mematikan. Lihat saja nanti malam (pk 21.00), partai Spanyol vs Rusia yang akan menjadi pembuka gelanggang perang di sayap kanan yang juga dihuni Kroasia, Denmark, Swedia, Swiss, serta Inggris dan Kolombia.

Laga Spanyol vs Rusia dijamin seru. Modal Spanyol untuk menggilas Rusia lumayan komplet. Selain sejarah masa lalu yang gemilang dan tak mungkin lagi disaingi negara Eropa lain, yakni juara Eropa berturut-turut (2008, 2012) yang diselingi juara Piala Dunia (2010).

Para matador yang kini dilatih mantan pemain belakang andal Fernando Hierro ini, adalah para petarung yang rutin berlaga kompetisi antar-klub Eropa yang sangar: Spanyol, Inggris dan Jerman.

Pertarungan memang dilaksanakan di kandang (beruang) Rusia. Tapi melihat sesi terakhir fase penyisihan grup yang dilibas Uruguay 3-0, tampaknya Rusia mengalami ejakulasi dini, ketika di pembukaan laga menggasak Arab Saudi 5-0, dan meredam Mesir 3-1. Karena kelahan telak atas Uruguay, menurut penulis, bukan bagian dari taktik untuk menghindari bertemu Portugal yang ada Ronaldo-nya.

Bisa jadi Rusia nanti akan menjadi seperti beruang dalam animasi Masha and the Bear. Bentuknya tetap sangar. Tinggi besar. Tapi selalu jadi bulan-bulanan Masha, gadis kecil yang nakal tapi cerdas.

Makanya, dengan bekal sejarah masa lalu, catatan prestasi masa kini, dan keinginan kembali membuat prestasi, para matador Spanyol ini bisa merubuhkan si beruang di kandangnya sendiri.

Sementara Denmark, yang akan menghadapi permainan skill dan sepakbola strategi ala Kroasia, kemungkinan akan mengeluarkan dinamit simpanan yang pada 1992 pernah mengejutkan antero Eropa.

Memang, pada 1992 itu, sejarah sepakbola Eropa mencatat Denmark yang tidak lolos ke putaran final, akhirnya masuk menggantikan posisi Yugoslavia yang dieliminasi karena urusan politik.

Tapi tak dinyana, semua musuh Denmark hancur berkeping-keping oleh dinamit yang ditebarkan pasukan yang dikapteni Peter Schmeichel, kiper legendaris mereka dan juga Manchester United.

Pada hari terakhir Piala Eropa 1992 itu, giliran der Panzer porak-poranda. Ketika itu, 26 Juni 1992, bertempat di Stadion Ullevi, Gothenburg, Swedia, pemilik tropi Piala Dunia 1990 Jerman, yang difavoritkan menjadi juara, kandas dilibas Denmark 2-10.

Pada awal-awal laga, para analis sepakat Denmark menang karena keberuntungan. Tapi ketika laga demi laga dimenangi, dan puncaknya mengalahkan Jerman, banyak orang menjadi tidak paham. Koq bisa?

Nah, dini hari nanti, Denmark mungkin akan kembali membuat orang bertanya: Koq bisa?[***]

@AdhieMassardi

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya