Berita

Timnas Maroko/Net

Olahraga

Ketidakadilan Yang Dialami Maroko Tanda Praktik Korupsi Di FIFA

SABTU, 30 JUNI 2018 | 11:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketidakadilan yang dialami timnas Kerajaan Maroko di arena Piala Dunia 2018 di Rusia patut dipandang sebagai tanda-tanda praktik korupsi di tubuh FIFA.

Ini adalah kesimpulan seorang pengacara muda di New York Irina Tsukerman yang menuliskan opininya di Morocco World News, seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com.

Sebagai seorang pengacara, Irina dikenal sebagai aktivis yang kerap memperhatikan dan memberikan perlindungan kepada korban kekerasan dan pelanggaran HAM, selain menggemari isu hubungan internasional dan geopolitik.


Dalam kolomnya, Irina mencatat salah satu ketidakadilan yang dialami Maroko adalah saat pihak Maroko meminta wasit memperlihatkan rekaman Visual Assistance Refree (VAR) dalam pertandingan melawan Spanyol yang berakhir dengan skor imbang 2-2.

Dalam pertandingan itu, timnas Maroko tampil gemilang di luar perkiraan banyak kalangan.

Sebelumnya, wasit yang memimpin pertandingan antara timnas Maroko melawan timnas Portugal juga menolak permintaan pihak Maroko untuk mereview VAR saat terjadi dugaan pelanggaran oleh pemain Portugal.

Dalam pertandingan melawan Portugal itu, Maroko mengalami kekalahan 0-1, dan juga tampil dengan gemilang.

Menurut Irina, wajar kalau ketidakadilan wasit yang memimpin kedua pertandingan itu membuat kalangan wartawan yang mengikuti perhelatan akbar sepakbola dunia ini mencurigai ada semacam keberpihakan kepada timnas dari negara-negara Eropa.

Irina mengutip twit wartawan Prancis, Harve Penot, melalui akun @hpenot_lequipe yang mengatakan, "Wasit punya masalah dengan Maroko, atau memiliki keinginan untuk melihat Portugal dan Spanyol dalam babak berikutnya."

Dalam perhelatan Piala Dunia 2018, Maroko berada satu grup bersama Spanyol, Portugal dan Iran.

Pertandingan perdana Maroko adalah melawan Iran yang berakhir dengan skor 0-1. Gol Iran lahir di detik-detik terakhir injury time. Sepanjang pertandingan itu, Maroko sebenarnya lebih menguasai permainan. Tetapi nasib baik belum perpihak pada Maroko. Untuk pertandingan melawan Iran ini, Maroko tidak mengajukan protes dan permintaan mereview VAR.

Dari empat negara di grup itu, memang akhirnya Portugal dan Spanyol yang melaju ke babak 16 besar.

Irina menambahkan, praktik korupsi bukan cerita baru di tubuh FIFA. Dia mengingatkan pada kasus korupsi di tubuh FIFA yang diselidiki FBI pada tahun 2015. [dem]

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya