Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Setelah Pilkada, Jokowi Bisa Dengan Mudah Pindah Partai

KAMIS, 28 JUNI 2018 | 13:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kekalahan PDI Perjuangan pada Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 terutama di tingkat provinsi, membuka peluang kader yang menjabat Presiden yaitu Joko Widodo untuk pindah partai.

Pengamat politik yang juga Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin mengatakan, Jokowi tidak bisa dianggap lagi sebagai tokoh tunggal PDIP. Jokowi saat ini menjadi rebutan partai politik.

"Jokowi sudah figur kelompok. Dia bisa dengan mudah pindah partai, tapi sepertinya dia tidak berani," ujar Said kepada redaksi, Kamis (28/6).


Jokowi bisa saja gabung ke Partai Golkar, Partai Nasdem atau Partai Hanura.

Lalu kenapa Jokowi tidak berani loncat dari pagar banteng. Menurut Said, karena lebih pada pertimbangan rasa saja.

Dimana, PDIP lah yang menjadikan Jokowi jadi walikota Solo, gubernur Jakarta dan presiden.

"Jokowi sadar dia berangkat dari PDIP," pungkasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya