Berita

Ilustrasi/Net

Adhie M Massardi

Giliran Jerman Berjuang Untuk Menentukan Kepastian

RABU, 27 JUNI 2018 | 19:32 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

JERMAN mengawali sepakterjangnya di Piala Dunia 2018 Rusia dengan langkah gontai serupa Argentina. Salah satu perwakilan negara Amerika Latin, Meksiko, menyentak Die Mannschact dan para pendukungnya dengan skor 1-0 (17/6).

Tapi publik bola sudah kadung yakin kalau tim Jerman itu serupa mesin diesel yang lambat panasnya. Dan memang benar, berbeda dengan Argentina yang pada laga perdana ditahan imbang (1-1) Eslandia dan partai kedua disikat  Kroasia (3-0), pada partai kedua melawan Swedia menang 2-1, itu pun dengan sangat payah karena baru memperoleh kepastian kemenangannya benar-benar pada detik-detik terakhir. Lewat tendangan bebas dekat kotak penalti.

Meskipun kini Jerman berada di posisi runner up Grup F dengan poin 3, di bawah Kroasia (6), tapi belum menjamin aman melangkah ke sesi 16 besar. Soalnya Swedia juga mengoleksi poin sama (3).
Sehingga kalau nanti malam (21.00) menang lawan Kroasia dan Jerman yang akan berlaga melawan Korea Selatan pada waktu bersamaan kalah atau seri, berarti gagal melangkah ke fase berikutnya.

Sehingga kalau nanti malam (21.00) menang lawan Kroasia dan Jerman yang akan berlaga melawan Korea Selatan pada waktu bersamaan kalah atau seri, berarti gagal melangkah ke fase berikutnya.

Di atas kertas, para analis bola memang yakin Jerman akan sangat mudah mengalahkan Korea Selatan. Sementara Swedia, saingannya akan diterpa kesulitan menghadapi Kroasia yang di Piala Dunia Rusia ini tampil dengan sangat terampil memainkan bola.

Tapi kita semua sepakat, sepakbola tidak dimainkan di atas kertas. Beberapa partai yang sudah lewat membuktikan, di lapangan hijau semua kemungkinan bisa terjadi.

Bahkan tim sekaliber Argentina, bisa benar-benar terseok-seok di babak penyisihan grup. Beruntung Nigeria membukakan lubang jarum bagi Messi dkk dengan mengandaskan Eslandia (2-0), saingan berat Argentina.

Korea Selatan Ingin Dicatat Sejarah
Memang benar Korea Selatan berada di posisi juru kunci Grup F karena dua kali kalah. Saat lawan Swedia (1-0) maupun ketika berhadapan dengan Meksiko (2-1). Tapi bukan berarti penampilan anak-anak negeri ginseng ini buruk dalam dua kali pertandingan kemarin.

Tapi dalam pertandingan terakhir fase babak penyisihan grup, tentu saja tim berjuluk Taegeuk Warriors ini tak ingin melenggang pulang tanpa membawa catatan apa-apa. Dan yang lebih penting, mereka dituntut oleh tradisi di negerinya untuk tampil lebih baik dari Jepang, saingan tradisional mereka.

Situasi psikologis inilah yang akan membuat semangat para Taegeuk jiwanya membara di lapangan hijau saat menghadapi Die Mannschact nanti malam.

Sekurang-kurangnya, Son Heung-min dkk akan memberikan perlawan dengan seluruh tenaga dan kemampuan yang mereka miliki. Dengan harapan, mereka dicatat oleh sejarah sepakbola dunia sebagai tim yang pernah membuat Jerman gagal melangkah ke babak 16 besar di Piala Dunia 2018 Rusia.

Tentu saja lebih banyak penggemar bola berharap keinginan Korea Selatan ini tidak terkabul. Tapi di palangan hijau, katanya, semua hal bisa terjadi.

Pertandingan lain yang akan digelar (01.00) dini hari nanti dari tim-tim Grup E. Menampilkan Swis vs Kosta Rika dan Serbia vs Brasil. Secara umum, kedua partai ini hanya akan mengukuhkan Brasil sebagai juara grup dan Swis menjadi runner up-nya.

Pertandingan di Grup E dan Grup F nanti kalau semuanya berjalan lancar, akan membawa kita kembali ke masa lalu, untuk melihat pertemuan Brasil dan Jerman. Apakah Jerman akan kembali mempermalukan Brasil dengan skor besar (7-1) seperti terjadi di Piala Dunia di Brasil, atau Brasil yang akan membayar kekalahan telak di kandangnya sendiri? Entahlah.

@AdhieMassardi


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya