Berita

Hukum

Nurhayati Dan Marzuki Alie Diperiksa, KPK Tunggu Taufiq Effendi

SELASA, 26 JUNI 2018 | 12:28 WIB | LAPORAN:

Lagi-lagi politikus Partai Demokrat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan perkara korupsi KTP elektronik.

Sebelumnya, anggota DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf, dan mantan Ketua DPR, Marzuki Alie, sudah duluan masuk ruang pemeriksaan. Mereka berdua merupakan politikus Partai Demokrat.

Nurhayati sudah memasuki Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada pukul 09.54 WIB. Sedangkan Marzuki pada pukul 10.07 WIB.


Ternyata KPK juga memanggil eks anggota DPR dari Demokrat, Taufiq Effendi.

Taufik pernah menjabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009).

Jurubicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Taufiq akan diperiksa untuk kasus korupsi pengadaan E-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Dalam jadwal pemeriksaan yang disampaikan oleh Febri, Taufiq diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka MOM dan IHP,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/6)

Sampai berita ini ditayangkan, politikus sepuh itu belum menampakkan diri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain Taufiq, Marzuki Alie dan Nurhayati Ali Assegaf, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan atas mantan anggota DPR RI, Djamal Aziz Attamimi, dan seorang wiraswasta bernama Alexandar Wunaryo. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya