Berita

Suporter Timnas Iran/net

Adhie M Massardi

Iran Bisa Menjegal Portugal, Mencegah Main Mata Dan Airmata

SENIN, 25 JUNI 2018 | 15:44 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI

FASE penyisihan grup Piala Dunia 2018 Rusia sudah memasuki sesi terakhir.

Untuk beberapa grup, seperti Grup A (Rusia, Uruguay, Mesir, Arab Saudi), Grup C (Perancis, Denmark, Australia, Peru) dan Grup G (Inggris, Belgia, Tunisia, Panama), pertandingan ke-3 ini bisa diibaratkan friendly match, sehingga cukup menurunkan beberapa pemain senior plus pemain lapis kedua untuk tambah pengalaman.

Sedangkan untuk grup lainnya, laga ketiga ini ibarat babak final (kecil) yang mentukan nasib mereka: tetap tinggal di Rusia atau segera mudik karena tereliminasi. Kecuali, tentu saja, beberapa tim yang sudah memenangi dua pertandingan sehingga punya poin 6 yang menjamin keamanan ke 16 besar, seperti Kroasia (D) dan Meksiko (F).

Memang ada partai-partai yang bila “main mata” dengan lawannya bisa lolos ke babak selanjutnya, dan bisa membuat pesaingnya di laga lain berurai airmata karena kemenangan yang diperjuangkan dengan penuh keringat bisa kehilangan arti.
Memang ada partai-partai yang bila “main mata” dengan lawannya bisa lolos ke babak selanjutnya, dan bisa membuat pesaingnya di laga lain berurai airmata karena kemenangan yang diperjuangkan dengan penuh keringat bisa kehilangan arti.

Agar permainan tetap sportif dan fairplay, pada sesi ini FIFA telah mengantisipasi kemungkinan adanya “main mata” itu dengan menggelar laga dalam setiap grup waktunya bersamaan. Itu sebabnya mulai nanti malam, digelar dua laga sekaligus.

Nanti malam, misalnya, Arab Saudi vs Mesir digelar bareng dengan laga Uruguay vs Rusia, ditayangkan langsung stasiun TV Trans 7 dan TransTV pada pk 21.00. Laga di Grup A ini memang tidak mempengaruhi tim secara signifikan. Sebab apa pun hasilnya, Rusia dan Uruguay tetap melaju ke babak berikutnya. Sedangkan Arab Saudi dan Mesir tetap tersingkir.

Tapi pertandingan dijamin tetap seru, terutama Arab Saudi vs Mesir. Karena laga dua negara Arab (jazirah dan Afrika) ini menentukan gengsi mereka. Yang pasti, Mesir akan tampil optimal untuk menunjukkan kelasnya. Kalau Mohamed Salah diturunkan, superstar Liverpool ini akan bekerja keras menciptakan gol sebanyak-banyaknya.

Iran Menjegal Portugal

Laga yang menegangkan akan terjadi pada (01.00) dini hari nanti, dari Grup B yang menampilkan Spanyol vs Maroko dan Iran vs Portugal. Kecuali Maroko, dua tiket ke babak 16 besar di grup ini diperebutkan tiga tim lainnya: Portugal, Iran dan Spanyol.

Dengan kualitas pemain serta pengalaman lebih baik, meskipun harus kerja lebih keras, Spanyol niscaya bisa mengatasi Maroko, sehingga bisa menambah poin dari 4 menjadi 7. Bila menjadi pemuncak klasemen, di 16 besar para matador ini akan bertemu runner up Grup A, Uruguay.

Sama-sama di Grup B, nasib Portugal tidak seberuntung Spanyol. Di sesi terakhir fase penyisihan grup ini, Portugal harus berhadapan dengan Iran. Tim dari negeri para Mullah ini memang tidak memiliki pemain bintang seperti Ronaldo dkk yang banyak bermain di klub-klub elite Eropa.

Tapi Masoud Shojaei dkk yang berada di bawah pembinaan Football Federation Islamic Republic of Iran (FFIRI) adalah sebuah tim yang memiliki kekompakan dan militansi yang revolusioner. Spanyol pernah merasakan getaran semangat perlawanan Iran itu. Kalau saja wasit tidak secara kontrovesial membatalkan gol Iran, skor akhir tentu tidak 1-0 untuk Spanyol.

Sekarang saat berhadapan dengan Portugal, tim Iran tengah berada di puncak revolusi yang menentukan. Pilihannya menang atau pulang. Kalau menang, berarti Portugal yang terjegal. Dan ini bukan hal yang mustahil. Apalagi Iran dilatih Carlos Queiroz, yang sangat paham kelebihan dan kekuarangan Ronaldo Cs karena dia juga orang Portugal.

Di ajang Piala Dunia (1998 di Perancis), dengan semangat revolusi dan keinginan kuat menorehkan sejarah di dunia sepakbola, anak-anak Iran pernah membuat kejutan. Mereka mengalahkan tim “Setan Besar” Amerika Serikat 2-1.

Kini, situasi psikologis yang sama seperti ketika melawan timnas AS sedang dihadapi laskar Iran. Dan dalam sepakbola, situasi non-fisik seperti ini memberi pengaruh sangat signifikan dalam penampilan.

Apakah Shojaei dkk bisa menorehkan sejarah gemilang di Piala Dunia Rusia seperti pernah dilakukan para pendahulunya di Perancis? Inysa Allah.

@AdhieMassardi

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya