Berita

Foto/Net

Hukum

KPK Buka Arsip Lama Untuk Telisik Pihak Lain Di Kasus KTP-El

KAMIS, 21 JUNI 2018 | 02:19 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mempelajari kembali hasil pemeriksaan sejumlah pihak yang telah diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik (KTP-el).

Tujuannya untuk membuka penyelidikan baru terkait kasus yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu.

Tidak menutup kemungkinan KPK akan kembali memanggil sejumlah saksi yang berkaitan dengan hasil pengembangan pemeriksaan saksi dan bukti yang sudah didapat.


Jurubicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bukti yang ditemukan penyidik saat pemeriksaan sejumlah saksi sangat kuat.

"Bukti-bukti relatif sudah sangat kuat, tapi KPK tentu tetap cermat, apalagi menyangkut fakta-fakta yang sifatnya spesifik ke tersangka-tersangka dan fakta baru yang berkembang," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/6).

Sampai saat ini dalam kasus yang menyeret pihak swasta, pejabat Kemendagri dan anggota DPR itu masih menyisakan dua tersangka. Mereka adalah Made Oka Masagung dan keponakan terpidana kasus KTP-el Setya Novanto yakni Irvanto Hendra Pambudi.

Dalam persidangan Setya Novanto, KPK mendapat masukan terkait pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana. Seperti nama Puan Maharani dan Pramono Anung.

Kedua nama tersebut tidak pernah masuk dalam setiap dakwaan tersangka KTP-el. Menurut kesaksian Novanto, mantan Ketua DPR itu pernah mendapat laporan bahwa keduanya mendapat aliran uang masing-masing 500 ribu dolar AS. [nes]



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya