Berita

Adhie M Massardi

TENDANGAN BEBAS

Giliran Ujian Bagi Negara Muslim

RABU, 20 JUNI 2018 | 11:01 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

DUA negara Muslim di Grup A, Arab Saudi dan Mesir, apa boleh buat, harus segera berkemas untuk angkat kaki dari Rusia.

Mesir yang sebenarnya memiliki pemain yang rata-rata lebih baik dibandingkan negara Muslim lain, karena jadwal pertandingannya lebih awal, menjadi tim yang dipaksa mudik duluan.

Superhero Mesir, Mohamd Salah, yang baru bisa turun pada pertandingan kedua melawan tuan rumah Rusia, dini hari tadi hanya bisa menyarangkan satu gol lewat titik penalti (73’) untuk membalas tiga (3) gol Rusia.


Tentu saja dengan dua kali kekalahan, sebelumnya (1-0) oleh Uruguay, membuat Mesir kehilangan harapan. Meskipun pada laga terakhir fase penyisihan grup melawan Arab Saudi (25/6) menang telak, tak akan sanggup mengejar poin yang sudah di raih Rusia (6) dan Uruguay, yang nanti malam (22.00) diproyeksikan menang lawan Arab Saudi sehingga mengantongi 6 poin.

Dua negara Muslim lainnya di Grup B, Maroko dan Iran, nasibnya agak lebih mendingan, terutama Iran yang sudah mengoleksi 3 poin berkat menang tipis (1-0) lawan Maroko. Sehingga kalau dini hari nanti menang atau imbang lawan Spanyol, tiket ke babak 16 besar di depan mata.

Paling tidak, Iran masih punya harapan hingga pertandingan terakhir versus Portugal (26/6). Soalnya saingan berat Iran, Portugal dan Spanyol, yang sudah berhadapan di pertandingan pembuka, baru meraih satu poin setelah imbang 3-3.

Sedangkan Maroko, meskipun diperkuat Mehdi Benatia (Juventus), Achraf Hakimi (Real Madrid), Hamza Mendyl (Lille), Karim El Ahmadi, Sofyan Amrabat (Feyenoord), Faycal Fajr (Getafe), Amine Harit (Schalke) dan Hakim Ziyech (Ajax), serta Youssef En Nesyri (Malaga), agak sulit memenangi pertandingan melawan Ronaldo dkk dari Portugal nanti malam (19.00).

Selain Iran, negara (mayoritas berpenduduk) Muslim yang masih menyimpan harapan adalah Senegal (Grup H) yang tadi malam secara dramatis mengandaskan Polandia (2-1), negara yang menempati peringkat ke-6 dunia versi FIFA.

Sementara Nigeria (Grup D) pasca dikalahkan Kroasia 2-0, dan Tunisia (Grup G) yang ditekuk Inggris (2-1), nasibnya baru bisa dibaca setelah menyelesaikan pertandingan kedua. Nigeria melawan Eslandia (22/6), dan Tunisia ditantang Belgia (23/6). Kalau menang, tiket menuju babak 16 besar tentu akan lebih gampang.

Semangat Asia-Afrika

Persaingan antar-negara dan antar-benua di Piala Dunia 2018 Rusia ini memang cukup tajam karena keseimbangan kekuatan di antara mereka. Tapi yang menarik, diam-diam di kalangan penonton tumbuh solidaritas Asia-Afrika.

Lihat saja, ketika pasukan Samurai Biru (Jepang) mengalahkan Kolombia yang direpresentasikan mewakili “benua sepakbola” Amerika (Latin), disambut luar biasa oleh kalangan penonton Asia dan Afrika. Sejarah kemudian mencatat: “Jepang merupakan wakil negara Asia pertama yang bisa mengalahkan tim dari benua Amerika (Latin)".

Sambutan yang sama diperoleh Senegal ketika melumat Robert Lewandowski dkk dari Polandia, wakil dari benua Eropa. Dan sejarah juga mencatat Senegal sebagai wakil negara Afrika pertama yang memenangi pertandingan di Rusia.

Tapi yang paling menarik, klasemen sementara di Grup H dipimpin Jepang, dan Senegal menempati posisi runner up, dengan poin dan selisih gol yang sama dengan Jepang. Sementara Polandia dan Kolombia harus ikhlas berada di urutan ke-3 dan ke-4 alias di bawah negara Asia dan Afrika.

Sebagai catatan, di Rusia ini benua Asia mengirim 5 wakil: Arab Saudi, Iran, Korea Selatan dan Jepang. Satu lagi Australia, yang karena letak geografisnya “nggak nyambung” dengan peta benua dalam sepakbola, oleh FIFA dimasukan dalam formasi Asia.

Sedangkan benua Afrika diwakili oleh 5 tim: Maroko, Mesir, Nigeria, Senegal, dan Tunisia. Ghana dan Pantai Gading yang sepakbolanya juga hebat, tidak ikut ke Rusia karena gagal di babak kualifikasi.

Nasib yang sama dialami Liberia. Padahal presidennya George Weah, pemain bola sohor yang pernah jadi andalan klub Italia AC Milan, Manchester City dan Chelsea pada pertengahan tahun 90-an. Pemain terbaik dunia 1995.

Kita berharap di Rusia ini solidaritas Asia-Afrika yang digagas para pemimpin Asia dan Afrika pada 1955 untuk melawan imperialisme dan neo-kolonialisme (Barat) hidup kembali, khususnya di Grup H…!

@AdhieMassardi

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya