Berita

Dubes Djauhari Oratmangun bersama Ketua bidang Luar Negeri PWI Teguh Santosa yang sedang berada di Beijing untuk menghadiri Konferensi Forum Wartawan Belt and Road 2018.

Dunia

Dubes Oratmangun Gerak Cepat Memperkuat Kerjasama Indonesia Dan China

SELASA, 19 JUNI 2018 | 21:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Djauhari Oratmangun bergerak cepat. Besok (Rabu, 20/6), diplomat senior ini dijadwalkan menyerahkan Surat-surat Kepercayaan sebagai Dutabesar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China (RRC) kepada Presiden Xi Jinping.

Walau begitu sejumlah pekerjaan besar dalam konteks mempererat hubungan kedua negara, khususnya di sektor ekonomi dan kebudayaan, telah dilakukannya dalam waktu singkat.

Djauhari tiba di Beijing bulan April lalu. Baru beberapa minggu berada di Beijing, mantan Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Isu-isu Strategis itu segera kembali ke Indonesia untuk ikut menyambut kunjungan Perdana Menteri RRC Li Keqiang ke Indonesia awal Mei lalu.


Hasil dari kunjungan Li Keqiang itu adalah kesepahaman kedua negara dalam hal mensinergikan konsep Poros Maritim yang dikembangkan Indonesia dengan gagasan Jalan Sutra Baru yang juga dikenal dengan Belt and Road Inisiative (BRI) yang diperkenalkan RRC.

Kedua negara sepakat membangun empat koridor sebagai turunan dari kerjasama itu yang akan berada di  Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Bali dan Sulawesi Utara.

"Dalam kunjungan Perdana Menteri Li juga dibahas upaya peningkatan volume perdagangan kedua negara. Selain itu Perdana Menteri Li berkomitmen akan mendorong investasi yang lebih signifikan lagi ke Indonesia," ujar Dubes Djauhari Oratmangun dalam pertemuan dengan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Hotel C-Kong International di Beijing, Selasa (19/6).

Delegasi PWI berada di Beijing untuk menghadiri Konferensi Forum Wartawan Belt and Road 2018 yang diselenggarakan All China Journalists Association (ACJA) bekerjasama dengan Radio Internasional China dan Universitas Komunikasi China.

Dubes Djauhari Oratmangung mengunjungi Hotel C-Kong International tempat delegasi PWI menginap selama mengikuti Konferensi didampingi Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Beijing, Rukmini Setiati, dan seorang staf Pensosbud.

"Nilai investasi RRC dalam mensinergikan Poros Maritim dan BRI itu sekitar 67 miliar dolar AS. Perdana Menteri Li juga menekankan soal penggunaan tenaga kerja Indonesia dalam berbagai proyek tersebut," sambungnya.

Setelah kunjungan Perdana Menteri Li selesai, Dubes Oratmangun pun segera kembali ke Beijing. Di Beijing dirinya bertemu dengan pengusaha-pengusaha RRC dalam sebuah forum yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selain memberikan presentasi dalam forum yang diselengagrakan Standard Chartered. Djauhari juga menerima eksekutif dua raksasa digital Alibaba dan Huawei yang berkunjung ke KBRI Beijing.

Tidak hanya beraktivitas di Beijing, pria kelahiran Beo, Sulawesi Utara itu juga mengunjungi Shanghai untuk meresmikan Kantor Cabang Bank Mandiri di kota itu, dan ke Xiamen untuk menghadiri Kongres Importir Sarang Walet.

"Ternyata, Indonesia adalah eksportir sarang walet terbesar ke RRC, yang menguasai hingga 70 persen pasar sarang burung walet," ujar Dubes Oratmangun lagi.

Mantan Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia ini juga berkunjung ke Fuzhou untuk menghadiri pameran makanan di kota itu. Dalam pameran itu, menurut Dubes Oratmangun, penjualan produk-produk makanan Indonesia mengalami kenaikan 100 persen.

Dubes Oratmangun juga sempat mengikuti Fun Run yang diselenggarakan di Hanzhou. Kegiatan ini untuk mempromosikan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sekaligus mempromosikan Hanzhou sebagai tuan rumah Asian Games 2022.   

Kota lain yang dikunjungi Dubes Oratmangun baru-baru ini adalah Ningbo. Disana Dubes Oratmangun berkunjung ke pabrik sepeda United Bike yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia.

Pada tanggal 1 Juni yang lalu, Dubes Oratmangun berkunjung ke Guangzhou untuk menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila bersama mahasiswa Indonesia di kota itu.

Dubes Oratmangun juga menjelaskan salah satu targetnya tahun ini adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari RRC ke Indonesia dari sebanyak 2 juta turis pada tahun 2017 menjadi 3 juta turis pada tahun 2018 ini.

"Mohon bantuan dan dukungan dari teman-teman wartawan agar tugas-tugas yang diembankan negara ini bisa saya selesaikan dengan baik," demikian Dubes Oratmangun mengakhiri pembicaraan. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya