Berita

Foto: RMOL

Hukum

Saraf Mata Kiri Novel Masih Lemah

Mata Kanan Pakai Hard Lense
MINGGU, 17 JUNI 2018 | 17:12 WIB | LAPORAN:

Kondisi mata Novel Baswedan sudah mulai membaik setelah melakukan berbagai proses pengobatan di Singapura.

Saat ini, mata kiri Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sudah dapat melihat meskipun belum jelas seperti dahulu.

"Sekarang ini saya bisa melihat sedikit di mata kiri. Tentunya masih ditunggu dalam beberapa perawatan, beberapa kontrol karena saraf di mata kiri saya masih lemah jadi belum bisa dipaksakan untuk melihat," jelas Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6).


Dia mengatakan, pengobatan dan penempatan organ-organ buatan atau organ-organ artifisial di mata kirinya sudah rampung.

Sementara mata kanannya, harus dipasang hard lense untuk membantu melihat.

Novel menerangkan, bahan kimia yang masuk ke dalam matanya mengakibatkan munculnya bercak putih pada selaput kornea, sehingga membuat pandangannya menjadi sedikit buram.

"Saya menggunakan hard lense di dalamnya. Kalau saya tidak menggunakan hard lense maka penglihatan saya semakin buram, semakin tidak jelas," tukasnya.

Kejadian penyiraman air keras terhadap mata Novel terjadi pada 11 April 2017 selepas sholat subuh di dekat rumahnya. Hingga saat ini, pelaku penyiraman air keras tersebut belum ditangkap oleh pihak kepolisian. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya