Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Perekonomian Menjelang Pilkada Serentak

MINGGU, 17 JUNI 2018 | 16:22 WIB

PEMERINTAHAN yang menggunakan jargon kemandirian ekonomi ternyata pada tahun keempat ini masih belum mampu membangun surplus perdagangan internasional. Ketergantungan terhadap barang impor masih menjadi persoalan.

Neraca perdagangan ekspor dewasa ini mengalami defisit sebesar 1,62 miliar dollar AS pada bulan April 2018. Impor terbesar terjadi pada bahan baku dan bahan penolong sebesar 11,96 miliar dollar AS per bulan April 2018.
   
Jumlah pengangguran terbuka yang dapat diturunkan selama setahun terakhir sebanyak 140 ribu tenaga kerja. Rupanya gerakan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan yang dicanangkan pemerintah belum mampu menurunkan jumlah pengangguran terbuka secara spektakuler.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara massif, misalnya pembangunan jalan baru berbayar sekitar 1800 kilometer yang terlaporkan paling spektakuler sepanjang sejarah pembangunan di Indonesia pasca kemerdekaan pun tidak ada hubungannya dengan keterbatasan penurunan jumlah pengangguran terbuka.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara massif, misalnya pembangunan jalan baru berbayar sekitar 1800 kilometer yang terlaporkan paling spektakuler sepanjang sejarah pembangunan di Indonesia pasca kemerdekaan pun tidak ada hubungannya dengan keterbatasan penurunan jumlah pengangguran terbuka.

Ini mencerminkan sebuah konsep pembangunan perekonomian yang kurang memperhatikan keberadaan tenaga kerja tidak terampil, besar kebutuhan lapangan pekerjaan untuk pekerja kasar, dan keberadaan angkatan kerja berlatar belakang tingkat pendidikan rendah.

Juga sungguh mengherankan apabila kondisi optimisme tendensi bisnis lapangan usaha konstruksi yang justru menurun pada Triwulan II tahun 2018 dibandingkan lapangan usaha lain pada umumnya yang mempunyai optimisme meningkat.

Ini merupakan fenomena kontradiktif ketika pembangunan infrastruktur jalan baru berpola tol berbayar mengalami banyak sekali kemajuan. Kondisi seperti itu memperkuat isu konsentrasi aktor-aktor pembangunan.

Isu perusahaan swasta kurang optimal dilibatkan pemerintah pada kemitraan peran BUMN dan anak cucu perusahaan dalam pembangunan infrastruktur.

Pilkada serentak Juni 2018, Pilpres dan Pileg 2019 menghendaki dominansi pemenangan suara di dapil terbesar Indonesia yang berada di Pulau Jawa yang berpenduduk 56,6 persen dari penduduk Indonesia.

Sekalipun pemerintah menunjukkan perbaikan pembangunan infrastruktur di latar depan batas wilayah Indonesia dalam bentuk renovasi kantor lintas batas negara dan memulai pembangunan jalan baru, namun publikasi besar-besaran tentang besaran hasil pembangunan infrastruktur jalan baru di Pulau Jawa masih mengukuhkan stigma pembangunan Jawa Sentris.

Sementara itu hasil perbaikan jalan-jalan penembus daerah terisolasi kurang dipublikasikan maupun ketiadaan publikasi pembangunan jalan-jalan bebas hambatan tanpa berbayar.

Teringat pembangunan jalan baru, namun melupakan pemeliharaan jalan lama. Kondisi jalan-jalan lama di luar Pulau Jawa, misalnya di jalur lintas tengah Sumatra kurang terpelihara. Meskipun demikian, manuver ekspansi pemberian THR dan gaji ke 13, serta pelegalan perpanjangan libur nasional lebaran maupun dampak disain kebijakan pembangunan ekonomi di atas akankah efektif membuat rakyat memilih memenangkan Pilkada untuk parpol pemerintah.

Akankah rakyat lebih mementingkan  isu besar utang pembangunan infrastruktur dan kesempatan kerja lokal. [***]

Sugiyono Madelan
(Peneliti INDEF dan Dosen Universitas Mercu Buana) 

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya