Berita

Nusantara

Jalur Utama Jawa Timur Macet Total, Tol Wilangan Sempat Tidak Bergerak

SABTU, 16 JUNI 2018 | 20:11 WIB | LAPORAN:

Kemacetan masih terjadi di jalan utama Solo-Surabaya, sehari setelah Idul Fitri 1439 Hijriah. Akibatnya, tol Wilangan macet kurang lebih 5 km, baik dari arah Solo-Surabaya maupun sebaliknya.

Buntoro, salah seorang pemudik menjelaskan, sudah 2 jam terkena kemacetan dan tidak bergerak di tol Wilangan saat hendak menuju Nganjuk.

"Saya sudah 2 jam mas, ini macet enggak tahu karena apa tapi tidak bergerak, ini mau mengarah ke Nganjuk," ujarnya.


Hal itu juga dibenarkan Direktur Jasa Marga Jawa Timur Wilayah (Ngawi Kertosono) Iwan Moedyarno saat dikonfirmasi oleh Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (16/7).

"Jadi begini, hari-hari begini masih arusnya dari timur ke barat kan, ya kemudian dari barat ke timur kita keluarkan di akses Wilangan. Nah, akses Wilangan jalan nasionalnya itu macet total, semua numpuk disitu terjadi penambahan volume karena dari situ sampai Nganjuk dan sampai Bandar itu ada 9 titik perlintasan kereta itu macetnya disitu bukan di tol. Dan buntutnya ke tol Wilangan itu," ujar Iwan.

Menurutnya, kemacetan terjadi lantaran volume kendaraan yang banyak. Selain itu, penambahan 9 perlintasan kereta api membuat exit tol Wilangan yang langsung terhubung pada jalan utama mengalami kemacetan.

Ke depan, Iwan akan membuat rekayasa lalulintas dengan jalur alternatif dan membuka jalur Solo ke Surabaya exit di daerah Caruban, Jawa Timur, bukan di exit tol Wilangan.

"Jadi sekarang ini tol fungsional. Sekarang sudah dipake dari arah Surabaya ke arah Solo. Nah besok dari arah Solo ke Surabaya. Mudah-mudahan hari ini sudah terurai kemacetannya soalnya jalur nasional berhenti," tambah Iwan.

Pihak Jasa Marga sendiri dibantu dengan Dinas Perhubungan dan petugas lainnya berusaha untuk mengurai kemacetan sejak siang menjelang malam ini. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya