Kualitas dan kuantitas mudik dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.
"Manajemen mudik yang dilakukan oleh pemerintah sudah lebih baik, di mana koordinasi lintas lembaga dan kementerian sudah semakin professional," ujar Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga, dalam keterangan persnya.
Selain itu, lanjutnya, peningkatan pemudik yang dalam catatan Labor Institute Indonesia lebih kurang 30 juta orang tahun ini, mengindikasikan peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu frekuensi menggunakan kendaraan umum, pribadi, kapal laut, dan pesawat udara meningkat tajam.
"Labor Institute Indonesia berpandangan bahwa perekonomian Indonesia berkembang, di mana jumlah kelas menengah semakin bertambah di tahun 2018 ini," tambah Andy.
Dalam pengamatannya, kualitas mudik tahun ini bisa lebih baik karena telah terjadi penambahan infrastruktur jalan. Peningkatan kualitas tersebut juga didukung perubahan prasarana dan sarana penunjang mudik seperti kendaraan, stasiun kereta, terminal moda transportasi darat, dan bandar udara yang semakin tertata dengan baik. Selain itu intensitas kecelakaan dan kemacetan juga semakin berkurang di ruas jalan Jawa dan Sumatera.
Sedangkan kelemahan yang perlu diperbaiki di mudik tahun depan adalah manajemen mencegah kemacetan di tol dalam kota. Pada H-2 sampai dengan puncak Lebaran, kemacetan parah terjadi mulai Cawang sampai gerbang tol Cikarang Utama. Secara kualitas kemacetan Tol Cipali sampai Brebes Timur bisa diantisipasi, tetapi tol dalam kota kurang diantisipasi.
"Pemerintah perlu memikirkan peningkatan manajemen pengaturan mudik tahun mendatang, seperti pemisahaan jadwal mudik berdasarkan kendaraan, pemisahan penggunaan kendaraan umum dan pribadi juga bisa diuji coba," terangnya.
Perbaikan manajemen mudik dapat dilakukan dengan memperbanyak tempat pengisian bahan bakar dan peristirahatan di jalur Tol Cipali. Inovasi dengan mudik lewat jalur laut, khususnya Semarang dan Surabaya, perlu dipertimbangkan dengan menambah armada KMP (Kapal Motor Penumpang). PT KAI disarankan menyiapkan gerbong khusus untuk motor agar kemacetan di jalan raya dan di jalur tol bisa diminimalisir.
[ald]