Berita

Foto/Ist

Nusantara

Tiga Pola Praktik Politik Uang Di Pilkada Lampung

JUMAT, 15 JUNI 2018 | 22:52 WIB | LAPORAN:

Ada tiga pola praktik politik uang yang bisa terjadi dalam Pilkada Provinsi Lampung 2018.

Pertama, antara kandidat atau tim suksesnya dengan partai politik. Ini biasa disebut dengan uang perahu,” ujar Akademisi Universitas Lampung (Unila) Yusdianto, dikutip dari RMOLLampung, Jumat (15/6).


Kedua, jelas Yusdianto antara kandidat atau tim suksesnya dengan pemilih.

Kedua, jelas Yusdianto antara kandidat atau tim suksesnya dengan pemilih.

"Ketiga, antara kandidat atau tim suksesnya dengan oknum penyelenggaran pilkada,” ujar kandidat doktor hukum dari Universitas Padjadjaran ini.

Dalam praktiknya, menurut Yusdianto, politik uang bisa terjadi jelang dan paska penetapan calon. Disini bisa disiasati melalui sembako, uang yang dikemas dalam bingkai berbagai atribut kampanye.

Termasuk disiasati dengan cara pemberian bantuan kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.

Pada masa kampanye, lanjut pengajar pada Fakultas Hukum Unila ini, berbagai praktik bagi-bagi sembako, susu, gula, minyak goreng, kain sarung, dan uang tunai.

Ini disiati dengan cerdik agar tidak melanggar PKPU ataupun undang-undang,”ujarnya.

Selanjutnya, bisa dilakukaan menjelang hari pencoblosan. Biasa disebut serangan fajar. Bisa berupa uang tunai ataupun sembako. Dikemas dengan alasan uang transport ataupun uang jajan di TPS.”

Pihak mana yang bisa melakukan politik uang? Bisa pengusaha, tim sukses, simpatisan, anggota partai, lurah, camat, saudara. Termasuk organisasi profesi, ormas, tokoh masyarakat, media massa pendukung kandidat. Semua bisa melakukan, bila ditugaskan oleh kandidat,” ujar Yusdianto. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya