Berita

Nusantara

Moeldoko: Idul Fitri Momentum Umat Untuk Saling Merangkul

JUMAT, 15 JUNI 2018 | 18:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Idul Fitri merupakan kondisi kembali bersih setelah sebulan penuh menahan hawa nafsu melalui berpuasa.

Kembali ke fitrah ini juga hendaknya menjadi momen untuk direnungkan dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Begitu kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (15/6).

Menurut dia, Idul Fitri juga harus menjadi momentum bagi umat untuk saling merangkul, membesarkan, dan tidak mengecilkan satu dengan lainnya.

"Semua yang buruk kita tanggalkan, kembali bersih. Negara ini milik kita bersama, dan bersatu menjadi kunci Indonesia untuk maju. Kita harus saling membesarkan, jangan saling mengecilkan. Ini momen kita untuk saling bersatu, bukan cerai berai, apalagi berseteru yang bersifat paradoks dari makna Idulfitri,” ujar mantan panglima TNI itu.

Moldoko mengajak rakyat Indonesia untuk terus menjaga nilai keberagaman suku bangsa, budaya, dan sumber daya alam. Menurutnya, hanya dengan menjaga itu semua, Indonesia bisa berjaya.

"Jadi amatlah disayangkan jika semua potensi ini tergerus karena warga negaranya tak berpikiran bersatu,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa'adi yang mengajak kepada umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kepatuhan terhadap ajaran Islam dan kepedulian terhadap sesama.

Idul Fitri, kata dia, juga harus dijadikam momentum untuk menjaga perdamaian, memperkuat dan mengokohkan kembali ikatan dan hubungan antar sesama saudara seagama (ukhuwah islamiyah), saudara sebangsa (wathaniyah), saudara sesama manusia (insaniyah).

"Apalagi, tahun ini dekat dengan agenda politik nasional berupa Pemilukada, Pemilihan legistatif dan Pemilihan  Presiden 2019, MUI menilai perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tukasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya