Berita

Nusantara

Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Belanja Di Pasar Rakyat

KAMIS, 14 JUNI 2018 | 14:43 WIB | LAPORAN:

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Jawa Barat untuk berbelanja di pasar rakyat atau pasar tradisional.

Menurut dia, hal itu penting menjaga arus uang agar tetap berputar di antara warga Jawa Barat sendiri.

"Saya mengajak warga Jawa Barat untuk berbelanja di pasar rakyat. Apalagi, ini menjelang lebaran, banyak kebutuhan yang dibeli. Kualitas barang di pasar rakyat itu saya kira lebih bagus. Ditambah, arus uang terjaga tetap di antara warga,” katanya seperti diberitakan RMOLJabar, Kamis (14/6).


Selain arus uang, pertumbuhan ekonomi kerakyatan juga menjadi pertimbangan Koordinator Presidium KAHMI Jabar itu. Gerakan yang dia canangkan diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan tersebut.

"Kelestarian lapak-lapak pedagang tradisional itu ada di tangan kita. Bertahan atau tidaknya mereka tergantung pada kita mau membeli dagangannya atau tidak. Kita harapkan kesadaran berbelanja di pasar rakyat terus tumbuh,” ucapnya.

Penataan Pasar Rakyat

Rasa nyaman penjual dan pembeli di pasar rakyat pun menjadi perhatian kader Nahdlatul Ulama tersebut. Karena itu, penataan pasar rakyat akan dia lakukan jika terpilih di Pilgub Jabar.

Hal ini sudah dia lakukan saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Pasar Leuwi Panjang yang kumuh ia sulap menjadi Pasar Ki Sunda yang tertata rapi.

"Pasar itu harus nyaman. Jadi, bangunannya harus memiliki karakter agar orang mau datang untuk berbelanja,” katanya

Seluruh kios di Pasar Ki Sunda diberikan secara gratis kepada para pedagang. Mereka hanya dipungut biaya kebersihan lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Para petugas kebersihan secara rutin membersihkan pasar bahkan saat aktivitas di pasar masih berlangsung.

"Kesan kumuh dan bau di pasar rakyat tidak boleh ada. Kiosnya pun harus gratis, pedagang cukup membayar retribusi kebersihan,” ujarnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya