Berita

Ilustrasi/net

Nusantara

Kenaikan Tarif Tol JORR Tidak Masuk Akal

KAMIS, 14 JUNI 2018 | 08:18 WIB | LAPORAN:

Kebijakan menaikkan tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu pekan depan (20/6) merupakan bentuk penjajahan gaya baru pengelola jalan tol kepada pengguna fasilitas umum itu.

Pernyataan itu dikeluarkan Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) yang terdiri dari Lembaga Kaki Publik (Lembaga Kajian dan  Analisis Keterbukaan Informasi Publik) bersama Lembaga CBA (Lembaga Center for Budget Analysist).

"Perusahaan pengelola jalan tol 'memperkosa' negara untuk menaikan tarif tol dengan seenak saja. Sungguh terlalu," demikian tertulis dalam pernyataan pers yang dikirimkan Koordinator Alaska, Adri Zulpianto.


Menurut Alaska, alasan kenaikan tarif tol untuk pemeliharaan jalan tol sangat tidak masuk akal karena justru diberlakukan saat pemasukan pengelola jalan tol sedang menanjak.

Seharusnya, kenaikan pendapatan perusahaan jalan tol tersebut dapat digunakan untuk biaya pemeliharaan jalan.

Tercatat, pendapatan jasa marga pada tahun 2017 sebesar Rp 2,2 triliun, naik dari tahun 2016 sebesar Rp 1,88 triliun. Pendapatan untuk tol dan usaha lainnya sebesar Rp 8,92 triliun, naik dari tahun 2016 sebesar Rp 8,83 triliun.

Berkaitan dengan rencana kenaikan tarif tol JORR ini, Alaska meminta DPR RI untuk segera turun tangan atau mengintervensi untuk membatalkan kebijakan itu.

Alaska menyebut kenaikan tarif jalan tol sebagai "pil pahit" Idul Fitri yang dipaksakan untuk ditelan para pengguna jalan tol.

Yang paling aneh, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menjadi perpanjangan tangan perusahaan jalan tol untuk seenaknya menaikkan tarif tol tanpa memperhatikan kepentingan rakyat.

Kenaikan tarif yang diberlakukan pemerintah melalui BPJT Kementerian PUPR memang cukup tinggi.

Kendaraan golongan I berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenai tarif Rp 15.000 (sebelumnya Rp 9500), sedangkan golongan II dan III menjadi Rp 22.500 (sebelumnya golongan II Rp 11.500 dan golongan III Rp 15.500), golongan IV dan V Rp 30.000 (sebelumnya Rp 19.000 dan 23.000).

Tarif baru ini berlaku di ruas-ruas Tol JORR, seperti Penjaringan-Kebon Jeruk, Kebon Jeruk-Ulujami, Ulujami-Pondok Pinang, dan Pondok Pinang-Taman Mini.

Selain itu, Tol Taman Mini-Cikunir, Cikunir-Cakung, Cakung-Rorotan, jalan tol menuju Tanjung Priok, Rorotan-Kebon Bawang, dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya