Berita

Foto: RMOL Sumsel

Nusantara

Kapolda Dan Pangdam Kerjasama Usut Pelaku Bentrok Empat Lawang

RABU, 13 JUNI 2018 | 22:53 WIB | LAPORAN:

Bentrok antar massa pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Empat Lawang sekira pukul 16.00 Wib, kemarin, jadi perhatian Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Menurut Irjen Zulkarnain, pihaknya akan menyelidiki dugaan adanya penyelenggara pemilu di Kabupaten Empat Lawang yang tidak netral dengan memihak salah satu calon.

"Saya perintahkan kepada Direktur Intel dan Keamanan serta dan Asintel Kodam untuk memonitor penyelenggara pemilu yang memihak salah satu calon. Akan kami proses," tegas dia seperti diberitakan RMOLSumsl, Rabu (13/6).


Irjen Zulkarnain menjelaskan, dugaan keberpihakan penyelenggara pemilu ini ditengarai menjadi pemicu terjadinya bentrok antarmassa pendukung calon nomor urut 1, H David Hardiyanto-H Eduar Kohar dan timses nomor urut 2, Joncik Muhammad-Yulius, yang menyebabkan tewasnya satu orang serta tiga lainnya kritis.

"Terhadap pelaku penembakan, saya perintahkan kepada Kasat Reskrim untuk menjemput dan menangkap pelaku tersebut. Saya beri waktu satu hari satu malam agar segera menyerahkan diri kepada polres Empat Lawang. Kalau tidak, kami akan melakukan tindakan tegas,” jelasnya.

Irjen Zulkarnain berharap, massa pendukung dari dua paslon saling menahan diri dan tidak menciptakan suasana panas di Empatlawang. Sehingga masyarakat bisa merasa aman ketika pencoblosan.

"Kami mengucapkan bela sungkawa terhadap korban meninggal dari kejadian tersebut,” jelas Zulkarnain.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto menambahkan, TNI sangat mendukung Polri dalam menciptakan suasana yang kondusif selama Pilkada.

"Kami mendukung Polda Sumsel untuk menegakkan hukum terkait kejadian tersebut, kami akan mendukung sepenuhnya kepada Polri untuk menciptakan keamanan. Jangan pernah berpikir untuk berbuat hal hal yang anarkis, karena negara kita ini bukan negara bar-bar,” tandasnya. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya